Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kaum perempuan di Vanuatu buat petisi untuk pemerintah
  • Kamis, 17 Mei 2018 — 17:19
  • 620x views

Kaum perempuan di Vanuatu buat petisi untuk pemerintah

Saat ini Parlemen Nasional Vanuatu terdiri dari 52 anggota terpilih, tidak ada satu pun anggota perempuan.
Pelaksana Tugas Perdana Menteri Vanuatu, Jean-Pierre Nirua menerima petisi. - DVU/ Jonas Cullwick
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Port Vila, Jubi - Pemimpin kaum perempuan di Vanuatu mengumpulkan petisi untuk Pemerintah Vanuatu, guna mendorong pemerintah menerapkan kuota 50% di Parlemen bagi perwakilan perempuan.

Petisi itu diserahkan kepada Pelaksana Tugas Perdana Menteri Vanuatu, Jean-Pierre Nirua, di Taman Saralana Port Vila Selasa (15/05/2018) kemarin, dalam sebuah upacara resmi yang dipimpin oleh Plt. Presiden Dewan Perempuan Nasional Vanuatu (VNCW), Anita Deroin, dan Direktur Oxfam untuk Vanuatu, Elizabeth Faerua, untuk menandai peringatan 38 tahun terbentuknya Dewan Perempuan Nasional Vanuatu (VNCW) pada 15 Mei 1980.

Para pemimpin perempuan yang tergabung dalam dewan itu, juga mengumumkan pembentukan Partai Demokrat Perempuan dan meminta Pemerintah Vanuatu, untuk berjuang bersama dengan kaum perempuan Vanuatu, dan berkomitmen untuk mengimplementasikan 50% keterwakilan perempuan di Parlemen negara itu.

“Kami meminta kepada Pemerintah untuk mengambil tindakan dan melakukan hal yang sangat penting, untuk semua perempuan Vanuatu ini. Representasi yang setara antara perempuan dan laki-laki di Parlemen, harus menjadi salah satu hak dasar bagi kita semua,” kata Leiasmanu Cullwick, Direktur Eksekutif dari VNCW.

Saat ini Parlemen Nasional Vanuatu terdiri dari 52 anggota terpilih, tidak ada satu pun anggota perempuan.

Sejak Vanuatu merdeka pada tahun 1980, hanya lima perempuan yang pernah terpilih menjadi anggota Parlemen dan, saat ini, Vanuatu adalah satu dari hanya tiga negara di seluruh dunia yang tidak memiliki perwakilan perempuan di Parlemen.

Beberapa tuntutan dalam rencana aksi yang diumumkan VNCW mencakup: pemberlakuan 50% kuota keterwakilan perempuan calon legislatif baik di tingkat di Provinsi maupun Nasional, pembentukan Partai Demokrat Perempuan Vanuatu, dan agar Presiden Republik Vanuatu untuk menetapkan 15 Mei sebagai hari libur nasional, untuk merayakan Hari Perempuan Nasional Vanuatu.

Pemimpin perempuan meminta agar pemerintah pusat menanggapi pernyataan resmi mereka itu selambat-lambatnya pada Juli 2018.

Setelah menerima petisi itu, Plt. PM dan Menteri Pendidikan, Nirua meminta perempuan Vanuatu untuk tetap bersatu.

Nirua menambahkan bahwa dia akan menyerahkan petisi itu kepada Perdana Menteri (Charlot Salwai), setelah ia kembali dari perjalanannya ke luar negeri. (Vanuatu Daily Post)

loading...

Sebelumnya

Persoalan HAM di Pasifik, organisasi masyarakat sipil solusinya

Selanjutnya

Paris harus berani bahas Polinesia Prancis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe