Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Papuan Voices perkenalkan masyarakat adat Papua lewat film
  • Kamis, 17 Mei 2018 — 19:16
  • 824x views

Papuan Voices perkenalkan masyarakat adat Papua lewat film

Bertujuan memperkenalkan berbagai permasalahan adat lewat sajian film dokumenter.
Panitia Festival Film Papua ke-II saat menggelar konfrensi pers di kantor Jerat Papua, Ekspo, Kota Jayapura, Kamis, (18/5/2018) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Papuan Voices sengaja memperkenalkan masyarakat adat Papua lewat Festival Film Papua ke-II (FFP II) di Kota Jayapura, tanggal 7 hingga 9 Agustus 2018 mendatang. Festival itu bertujuan memperkenalkan berbagai permasalahan adat lewat sajian film dokumenter.

“Tema FFP II adalah masyarakat adat Papua di tengah arus modernisasi. Kami pilih tema ini sebagai respon terhadap situasi di tanah Papua saat ini,” kata Ketua panitia FFP II, Harun Rumbarar, kepada wartawan, di kantor Jerat Papua Ekspo, Jayapura, Kamis, (7/5/2018).

Festival yang digelar sebagai upaya membangun kesadaran publik tentang isu-isu penting yang dihadapi oleh masyarakat adat Papua. Papuan voices ingin mendorong dan film maker muda Papua yang terampil dalam memproduksi film dokumenter .

“Dan sebagai wadah untuk memperkuat jaringan film makers di tanah Papua. Karya film yang kami putar menjelaskan posisi masyarakat adat di tengah arus pembangunan dan investasi yang semakin banyak masuk,” kata Rumbarar menjelaskan.

Ia berharap bisa memberi ruang bagi para filmaker untuk mengkritisi realita Papua terkait implementasi teori medernisasi dan dampaknya terhadap masyarakat adat.  Rangkaian kegiatan FFP II juga diisi pelatihan film bagi komunitas Papuan Voices, berupa worskhop media.

Sekretaris FFP II, Bernard Koten, mengatakan lembaganya fokus memproduksi dokumenter berdurasi pendek tentang manusia dan tanah Papua yang hendak disampaikan ke seluruh lapisan komunitas masyarakat di Tanah Papua, Indonesia dan Internasional.

“Untuk melihat Papua melalui mata orang Papua sendiri dalam bentuk film dokumenter,” kata Koten.

Tercatat Papuan Voices terbentuk tahun 2011 ketika Engage Media, Justice Peace and Integration of Creation (JPIC)  MSC Indonesia dan Sekretariat Keadilan Perdamaan dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Franciscan Papua (FP)  bekerja sama mulai melatih para filmmaker baru di Papua.

“Saat ini Papuan Voices tersebar di enam daerah di tanah Papua, yakni Biak, Jayapura, Keerom, Wamena, Merauke dan Sorong dan Raja Ampat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Gereja harus berkontribusi terhadap perkembangan anak muda

Selanjutnya

Masyarakat Sentani bersiap sambut FDS ke XI

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe