Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. MRP mengutuk aksi terorisme dengan bom bunuh diri
  • Jumat, 18 Mei 2018 — 14:11
  • 665x views

MRP mengutuk aksi terorisme dengan bom bunuh diri

Menyikapi aksi terorisme tersebut, kata Murib, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat dan juga pihak keamanan baik itu TNI dan POLRI untuk menjaga tanah Papua ini agar damai dan terhindar dari kasus terorisme serupa.
Rapat kerja MRP bersama Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih dan Forkopimda Kabupaten Keerom - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Aksi terorisme dengan bom bunuh diri yang terjadi di tiga gereja pada Minggu (13/5/2018) lalu yaitu di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya pukul 06.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.30 WIB, dan di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno Pukul 07.53 WIB, mendapat respons dari Majelis Rakyat Papua (MRP).

"Kasus bom bunuh diri yang terjadi beberapa waktu lalu cukup memberikan duka yang mendalam terhadap para korban baik itu masyarakat maupun pihak aparat keamanan dalam hal ini pihak kepolisian. Kami dari MRP mengutuk insiden tersebut," kata Ketua MRP, Timotius Murib dalam pertemuan antara MRP, Polda Papua, Kodam XVII Cenderawasih dan Bupati Keerom, Jumat (18/5/2018) yang berlangsung di ruang rapat MRP.

Menyikapi aksi terorisme tersebut, kata Murib, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat dan juga pihak keamanan baik itu TNI dan POLRI untuk menjaga tanah Papua ini agar damai dan terhindar dari kasus terorisme serupa.

"Kami telah berupaya mencegah secara dini terhadap paham-paham radikalisme yang saat ini sudah ada di Kabupaten Keerom. Untuk itu kami meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Keerom untuk dapat memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat terkait paham radikalisme yang saat ini berada di wilayah Kabupaten Keerom," ujarnya.

Kata Murib, paham radikalisme tersebut sangat berbahaya. Selain bertentangan dengan ideologi negara juga berbahaya di tanah Papua yang sudah dikenal dengan saling menghormati kerukunan beragama yang terjalin sejak dulu.

"Kami tidak mau Papua sama dengan Poso dan Ambon. Kasus Poso dan Ambon menjadi pelajaran untuk kita semua," katanya.

Paham radikal yang dimaksud Murib adalah paham yang diduga disebarkan oleh Jafar Umar Thalib di Kabupaten Keerom. Murib mengatakan, tanah Papua sudah damai jangan sampai disusupi oleh oknum yang mengatasnamakan agama dan berusaha mengacaukannya.

"Saya mau tegaskan bahwa, dia (Jafar Umar Thalib) harus dikeluarkan dari tanah Papua. Karena dia dikhawatirkan membawa paham radikal ke tanah Papua yang merupakan tanah damai," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan anggota MRP dari Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Nerlince Wamuar.

"Kalau sudah tahu begitu kenapa tidak ditindak. Seharunya pihak keamanan harus bersikap tegas terhadap yang bersangkutan. Jangan hanya OPM yang dikejar, ditangkap, dan dibunuh. Tetapi orang-orang yang memiliki paham radikalisme juga harus ditindak tegas," tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPU diminta loloskan semua calon Pilkada Mimika

Selanjutnya

Jafar Umar Thalib dalam pantauan Polda Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe