Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Papua butuh ribuan tenaga kesehatan untuk formasi CPNS 2018
  • Jumat, 18 Mei 2018 — 14:49
  • 776x views

Papua butuh ribuan tenaga kesehatan untuk formasi CPNS 2018

“Sejumlah kasus KLB dan wabah di Papua timbul karena kita kekurangan tenaga kesehatan,” tegas Raprap.
Direktur I UP2KP Agus Raprap ketika menyerahkan data kebutuhan tenaga kesehatan kepada Kepala Pengelola Sistem Informasi Manajamen Kepegawaian pada Deputi SDM Aparatur Kemenpan RB, Haris Sandi, Kamis (17/5/2018) di Jakarta - Jubi/ Humas UP2KP.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk memprioritaskan kuota lebih besar kepada sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan di Provinsi Papua pada formasi CPNS 2018 yang akan diselenggarakan Juni mendatang.

“Kami sudah melakukan pemetaan dan spesifikasi data SDM Kesehatan baik di Provinsi Papua maupun 29 kabupaten/kota mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, farmasi, kesehatan masyarakatan hingga gizi. Kondisi sekarang, kita hanya memiliki 5.005 SDM Kesehatan dan kekurangan 2.315 tenaga kesehatan," kata Direktur UP2KP Agustinus Raprap di Jakarta dalam rilis yang diterima Jubi, Kamis (17/5/2018).

Untuk itu, kata Agustinus pihaknya meminta kepada Kemenpan RB agar pada formasi CPNS 2018 ini, kekurangan itu bisa dipenuhi. Kasihan, banyak fasilitas kesehatan masyarakat tak punya tenaga kesehatan yang memadai. Ini sangat berdampak pada pelayanan.

Menurut Raprap, salah satu penyebab masalah kesehatan di Papua adalah kurangnya tenaga SDM pada fasilitas kesehatan. Jika SDM terpenuhi, pelayanan kesehatan di Papua semakin cepat dan berkualitas untuk menjangkau seluruh masyarakat sesuai harapan.

“Sejumlah kasus KLB dan wabah di Papua timbul karena kita kekurangan tenaga kesehatan,” tegas Raprap.

Direktur Harian UP2KP Esau Rumbiak menambahkan, sebagai lembaga pengawal sektor kesehatan di Provinsi Papua, UP2KP memandang perlu adanya kebijakan terobosan khusus bagi SDM kesehatan di Provinsi Papua dalam formasi rekrutmen CPNS 2018 oleh Kemenpan RB. 

Pasalnya, sejak 2015, dimana rekrutmen CPNS tidak ada lagi pasca terbitnya moratorium yang dikeluarkan Presiden Jokowi, Pemda Papua secara aturan pun tidak dapat mengangkat tenaga kontrak atau honor karena rendahnya fiskal daerah. Sementara kebutuhan akan SDM Kesehatan bagi Papua sangat mendesak.

“Sesuai data Kemenkes produksi tenaga kesehatan setiap tahun sangat tinggi. Tetapi distribusinya ke seluruh Indonesia tidak merata. Kita tidak bisa harapkan hanya dokter PTT yang datang setahun dan bekerja lalu pulang meninggalkan masyarakat pasien yang sudah dilayaninya. Semestinya ada aturan khusus yang disiapkan,” kata Rumbiak.

Sementara itu, Kepala Bidang Sekretariat UP2KP Alexander Krisifu mengatakan, saat ini pemerataan tenaga kesehatan belum untuk seluruh daerah, terutama Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DPTK). Karena itu penting untuk menempatkan tenaga kesehatan yang lengkap di daerah tersebut.

Untuk mendukung upaya peningkatan dan pemerataan akses pelayanan kesehatan di DPTK salah satunya adalah penyediaan jumlah, jenis dan kualitas tenaga kesehatan yang memadai.

“Kita apresiasi kebijakan Kemenkes seperti ini. Tetapi untuk Papua, fakta hari ini menunjukkan bahwa di DPTK, ancaman KLB dan wabah sering terjadi. Ini disebabkan karena tidak semua puskesmas aktif. Karena itu, solusinya ya perbanyak kuota SDM Kesehatan bagi Papua pada formasi CPNS 2018 ini sehingga mereka bekerja dan mengabdi secara permanen.,” kata Krisifu. (*)

loading...

Sebelumnya

Pasien keluhkan kondisi sanitasi di RSUD Yowari

Selanjutnya

Besok, BEM USTJ gelar seminar pesta demokrasi Papua 2018

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe