Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kadis PU Papua tersangka korupsi terminal Nabire
  • Jumat, 18 Mei 2018 — 20:55
  • 5114x views

Kadis PU Papua tersangka korupsi terminal Nabire

Direktur Reskrim Khusus Polda Papua, Kombes Pol Edi Swasono, di Jayapura, Jumat (18/5/2018), mengatakan penetapan Dj M sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan terminal Nabire itu dilakukan setelah gelar perkara pada 15 Mei 2018.
Ilustrasi korupsi – Jubi/Tempo.co
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Penyidik Direskrim Khusus Polda Papua menetapkan Dj M yang kini menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan terminal di Kabupaten Nabire.

Direktur Reskrim Khusus Polda Papua, Kombes Pol Edi Swasono, di Jayapura, Jumat (18/5/2018), mengatakan penetapan Dj M sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan terminal Nabire itu dilakukan setelah gelar perkara pada 15 Mei 2018.

"Dari gelar perkara itu Dj M ditetapkan sebagai tersangka saat menjabat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua sekaligus selaku kuasa pengguna anggaran," kata Kombes Edi Swasono.

Ia mengatakan selain Dj M, penyidik juga menetapkan tiga tersangka lainnya dalam kasus tersebut yakni YYY selaku PPTK, JAS selaku penyedia jasa atau kontraktor, dan SRU selaku konsultan pengawas.

Pembangunan terminal di Nabire itu dilaksanakan sesuai alokasi dana dari Dinas Perhubungan Papua tahun anggaran 2016 sebesar Rp 8 miliar.

"Dari hasil audit yang dilakukan BPKP terungkap kerugian negara mencapai Rp 1,7 miliar," kata Kombes Swasono.

Swasono menambahkan setelah penetapan keempat tersangka, penyidik akan melakukan pemeriksaan intensif terhadap para tersangka, meski jadwalnya belum ditetapkan.

"Kemungkinan minggu depan baru pemanggilan terhadap para tersangka," kata Kombes Edi Swasono. (*)

loading...

Sebelumnya

Jafar Umar Thalib dalam pantauan Polda Papua

Selanjutnya

MRP beri batas waktu Polda Papua menindak JUT

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe