Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lapago
  3. 22 Mei 2018, Pemkab Yahukimo mediasi perdamaian Werima - Mugi
  • Minggu, 20 Mei 2018 — 18:59
  • 535x views

22 Mei 2018, Pemkab Yahukimo mediasi perdamaian Werima - Mugi

“Tanggal 22 Mei saya akan ke lokasi perdamaian, hadir bersama-sama masyarakat. Kami hanya ingin tidak terjadi perang atau konflik lagi antar dua distrik ini. Kami hanya harapkan supaya semua hidup aman, nyaman dan saling menghormati,” kata Bupati Abock Busup.
Suasana masyarakat Werima saat timbang berat barang dan manusia tujuan keberangkatan ke Pasema untuk perdamain Mugi-Werima.- Piter Lokon/Jubi
Piter Lokon
Editor : Yuliana Lantipo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Yahukimo, Jubi– Pemerintah Kabupaten Yahukimo akan mefasilitasi pertemuan perdamain antara masyarakat dari distrik Mugi dan Werima pada Selasa 22 Mei 2018. Perdamaian itu merupakan momen yang ditunggu-tunggu kedua distrik dalam penyelesaian masalah perang suku yang telah berlangsung lama, turun temurun, hingga saat ini.

Upaya penyelesaian konflik masa lalu antar dua distrik tersebut diputuskan setelah pertemuan antar semua unsur  di Dekai, yakni Bupati Abock Busup, Kapolres Yahukimo AKBP. Angling Guntor, Waka Polres Kompol Johan Itlay, Anggota DPRD Yahukimo Nehemia Elopore, PGGY, pihak gereja yang ada di kedua daerah, serta tokoh masyarakat dari Werima dan Mugi. 

“Tanggal 22 Mei saya akan ke lokasi perdamaian, hadir bersama-sama masyarakat. Kami hanya ingin tidak terjadi perang atau konflik lagi antar dua distrik ini. Kami hanya harapkan supaya semua hidup aman, nyaman dan saling menghormati,” kata Bupati Abock Busup kepada Jubi, via seluler, Minggu (20/5/2018).

Bupati meminta semua kepala suku dari kedua distrik itu untuk menjunjung perdamaian dan menghentikan perang yang berkepanjangan tersebut.

Ia melanjutkan, “Yang saya butuhkan sekarang ini adalah bagaimana orang Werima ke Mugi, orang Mugi ke Werima secara bebas dan bisa bersalaman, jangan sampai dengan belumnya perdamaian timbulkan rasa takut atau dikejar-kejar. Karena itu, mari kita selesaikan, ini yang dibutuhkan, karena akan ada pembongkaran jalan dari Herae ke Werima,” ujarnya.

Rencananya, semua unsur termasuk masyarakat dari dua distrik tersebut akan berkumpul di Hetang, yakni sebuah lokasi yang biasanya digunakan sebagai medan perang antar suku dan marga, berada di wilayah perbatasan antara distrik Mugi dan Werima.

Nehemia Elopore, anggota DPRD Yahukimo, yang mewakili masyarakat dari dua distrik tersebut, mengatakan sebuah tim telah dibentuk untuk perdamaian tersebut. Mereka terdiri dari para tokoh masyarakat, kepala suku perang, pemerintahan kampung, dan gereja.

“22 kepala kampung dari distrik Mugi dan 14 kepala kampung dari distrik Werima. Serta pihak gereja dari tiga klasis Mugi, Werima dan Husagama. Kami sudah tugaskan mereka untuk mempersiapkan perdamaian, karena pemerintah sudah siap untuk fasilitasi. Pada intinya kami siap untuk perdamian,” kata Nehemia, Sabtu (19/5/2018).

Nehemia menjelaskan, perdamaian itu akan dilakukan secara adat setempat. Setelah pembahasan dan mencapai keputusan bersama untuk menyudahi peperangan, seluruh masyarakat dari semua pihak akan melakukan bakar batu dan makan bersama sebagai tanda perdamaian.

“Kita akan bakar batu serta makan bersama dengan kedua kelompok masyarakat dari distrik Werima dan Mugi. Sementara ini, orang tua mereka dari kedua distrik sedang jalan sama-sama untuk sukseskan kegiatan ini,” tambah Elopore.

Sejak Sabtu (19/5/2018), masyarakat yang akan ambil bagian menyaksikan perdamaian tersebut sudah mulai melakukan perjalanannya ke distrik-distrik tersebut. Ada yang dari Dekai, Jayapura, dan Wamena.

Selain masyarakat, rombongan besar juga akan hadir dari unsur pemerintah, DPR daerah dan provinsi, pihak keamanan, hingga unsur pimpinan gereja.

Herens Lokon, tokoh masyarakat dari Mugi yang ikut memediasi perdamaian, mengatakan sebagai putra daerah sudah seharusnya mendorong dilakukannya upaya-upaya perdamaian agar kehidupan bermasyarakat yang aman dan nyaman antar kedua kampung tersebut dapat diwujudkan. 

“Kami sebagai anak daerah melihat ini sebagai cara untuk mengamankan para orang tua supaya mereka hidup aman, bisa makan, minum, tidur dan beraktifitas seperti biasanya tanpa ada rasa takut,” kata Herens. (*)

loading...

Sebelumnya

Aktivitas pemerintahan di Oksibil kembali normal

Selanjutnya

Pengumuman CPNS Formasi 2013, BKD Tolikara dinilai menyimpang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat