Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Akademisi berharap masyarakat Papua menjadi pemilih rasional
  • Senin, 21 Mei 2018 — 18:27
  • 662x views

Akademisi berharap masyarakat Papua menjadi pemilih rasional

Namun berdasarkan kapasitas, kapabilatas, track record, dan kompetensi calon.
Ilustrasi pelaksanaan pemungutan suara Pilkada di Papua - Jubi/Dok
Arjuna Pademme
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, DR. Hiskia Sapioper, berharap masyarakat Papua dapat menjadi pemilih rasional yang tak hanya melihat faktor hubungan kekerabatan, ketokohan, hubungan emosional dengan seorang calon kepala daerah atau legislatif. Namun berdasarkan kapasitas, kapabilatas, track record, dan kompetensi calon.

"Ini menjadi tanggung jawab moril semua pihak memberikan pemahaman dan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat," kata Hiskia Sapioper, kepada Jubi, akhir pekan kemarin.

Menurut  dia, jika semua pemilih sudah rasional, tidak sulit memetakan basis suara seorang calon. Pemilih tinggal melihat program dan visi misi calon berpihak kepada kelompok masyarakat mana, apakah neyalan, petani, pekerja swasta dan lainnya.

Kemudahan lain bagi calon jika menghadapi pemilih Papua sudah rasional, tinggal membuat selebaran visi misinya dan dibagikan kepada masyarakat.

“Alangkah eloknya jika kandidat membuat visi misinya lewat brosur dan lainnya daripada mobilisasi massa. Tinggal masyarakat melihat itu apa program kandidat yang diharapkan,” kata  Sapioper, menjelaskan.

Ia mencontohkan kelompok petani, nelayan, dan pekerja swasta pasti akan melihat program setiap Paslon yang memperjuangkan harapan mereka. Sayangnya, hasil kajian yang dia lakukan menunjukan mayoritas pemilih rasional di Papua masih sebatas berada di wilayah perkotaan. 

Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, pemerintahan, hukum dan HAM, Orgens Wanimbo, membenarkan jika pemilih di Papua masih melihat ketokohan, hubungan kekerabatan dengan seorang calon. 

"Memang seperti itu. Misalnya calon legislatif, masyarakat tidak akan melihat dia dari partai apa. Tapi akan melihat, dia berasal dari mana, dan marga apa," kata Wanimbo.

Hal itu tak mengherankan jika ada calon anggota legislatif (Caleg) di Papua dapat duduk di kursi dewan, meski ia hanya berasal dari partai yang dianggap tak punya pengaruh. 

"Ya, itu disebabkan dia punya basis massa yang jelas, dan hubungan kekerabatan dengan konstituen," katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Jadi tersangka, Djuli Mambaya siap kembalikan kerugian negara

Selanjutnya

Merebut kekuasaan di Papua tak bisa hanya dengan intelijensi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe