Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Panitia retreat pemuda GKI bersihkan sampah di pasar sore
  • Senin, 21 Mei 2018 — 18:52
  • 624x views

Panitia retreat pemuda GKI bersihkan sampah di pasar sore

Retreat bakal menggelar kegiatan pada tanggal 12 hingga 16 Juni 2018
Panitia retreat akbar pemuda GKI Kingmi saat membersihkan tumpukan sampah yang selama ini dihiraukan oleh Pemda Nabire – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi - Panitia retreat akbar pemuda GKI Kingmi wilayah Meeuwo, Papua, bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota  kabupaten setempat telah menggelar bersih sampah yang berada di pasar sore Siwiriwi. Upaya membersihkan  sampah yang bersebelahan dengan gereja jemaat Ebenezer Tapioka itu agar tak menggangu kegiatan yang hendak mereka gelar.

“Sampah di situ menumpuk besar dan berbau busuk justru menggangu kegiatan yang dilakukan oleh geraja selama kegiatan berlangsung,” kata Ketua panitia retreat, Abian Pekei, Senin, (22/5/2018).

Menurut dia, retreat bakal menggelar kegiatan pada tanggal 12 hingga 16 Juni 2018 di lokasi gereja Ebenezer dan lembaga pendidikan STT Walter Post Kampus II Nabire. Ia juga menyampaikan terima aksih karena Pemda Nabire yang turut prihatin atas kondisi sampah sehingga mengambil bagian dalam kebersihan sampah itu.

“Tapi kami mengharapkan juga pembersihan bukan hanya waktu kegiatan retreat ini saja, tetapi kalau boleh untuk selamanya jangan dijadikan TPS di situ,” Pekei menjelaskan.

Ia mengaku sudah bicara dengan pihak gereja agar menarik kembali tanah yang selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah. Keberadaan tanah itu sebenarnya milik gereja atas nama Pendeta Bw Tsumilat sebagai anak dari Pendeta Tsumilat yang sekarang menjadi wakil gembala sidang di jemaat yang sama.

Pengelolah STT Walter Post Pendeta Marten Douw, mengataka keberadaan sampah yang sangat dekat dengan gereja dan lembaga pendidikan sangat mengganggu, karena bau maupun asap dari sampah yang dibakar, hal itu mempengaruhi kegiatan proses belajar di kampus itu.

“Sehingga kami meminta kepada bapak Bupati Nabire mesti siapkan bak sampah atau truck sampah agar ke depan sampah-sampah langsung diangkut ke tempat TPS lain,” kata Douw.  (*)


 

loading...

Sebelumnya

Konsumsi ikan warga Biak di atas angka nasional

Selanjutnya

Rimbawan kehutanan Nabire sesalkan KCDK cabut palang dan baliho tanda protes

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat