Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga ikan yang tak stabil di pasar lama Sentani rugikan pedagang
  • Senin, 21 Mei 2018 — 23:42
  • 565x views

Harga ikan yang tak stabil di pasar lama Sentani rugikan pedagang

“Harga ikan sama saja tidak ada kenaikan dan penurunan harga,  tetap saja. Kalo di pasar baru memang bagus, di situ kan ramai,” terangnya.
Salah seorang pedagang di pasar lama Sentani, Haji Arza - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sentani, Jubi – Harga ikan segar di Pasar Lama Sentani akhir-akhir ini cenderung tidak stabil. Hal ini berakibat terhadap pendapatan para pedagang ikan di pasar tersebut yang minim dari hari biasanya. Dari pantauan Jubi, Senin (21/5/2018), sejumlah ikan segar dan juga udang baik berukuran kecil dan besar, berjejer rapi lapak setiap pedagang. Namun hal itu tak sebanding dengan jumlah pembeli yang datang ke setiap lapak penjual ikan tersebut.  

Haji Arza, satu diantara pedagang ikan segar di pasar tersebut mengeluh akibat minimnya pembeli. Hal ini kata dia, bisa diakibatkan harga yang tidak stabil, ataupun minimnya pembeli di Pasar Lama Sentani.

“Harga ikan sama saja tidak ada kenaikan dan penurunan harga,  tetap saja. Kalo di pasar baru memang bagus, di situ kan ramai,” terangnya.

Arza juga mengeluhkan soal harga yang tiba-tiba anjlok, padahal saat membeli di agen, atau nelayan besar, harganya tinggi. Namun ketika sudah sampai ke pasar, harga pun tiba-tiba pula menurun drastis. Ia mengaku rugi terkait hal itu. Belum lagi pembeli yang datang ke pasar lama banyak yang sekadar bertanya harga. Atas kondisi ini, Arza dan pedagang lain mengaku harus memutar otak, untuk menjual ikannya, agar tidak busuk.

“Mau dapat berapa yang ada kita rugi, saya beli dengan harga yang berjuta-juta malah kerugian yang didapatkan. Kalo paling ramai pembeli itu hanya di pagi dan sore hari saja, terus untuk di bulan ramadan ini tidak ada pengaruh apa-apa berjalan baik saja cuma harganya itu yang bermasalah suka naik dan turun itu. Untuk pendapatannya tidak tentu karena harga seperti itu, soalnya kalo ramai ikan habis cepat kalo tidak ramai paling dalam tiga sampai dengan empat hari baru habis tergantung pembeli saja,” katanya.

Sementara itu, Wiwit salah seorang pembeli mengatakan, memang untuk beberapa minggu ini harga ikan terlihat mahal sekali.

“Saya mau beli itu lihat-lihat dulu baru beli, soalnya harga tidak semua sama ada beda-beda,” akunya.

Ia mengatakan lebih sering berbelanja ikan  di pasar dadakan yang berada di depan Sekolah Papua Harapan, karena harga di sana jauh lebih murah.

“Kalo di sini memang berbeda dengan yang di pasar sana, untuk harganya di sini kalo enam ekor ikan yang sedang itu bias dihitung lima ekornya antara Rp25 ribu sampai Rp30 ribu saja,” ucap Wiwit.(*)

loading...

Sebelumnya

Harga cabai di Jayapura melambung

Selanjutnya

Ramadhan tak pengaruhi harga ikan di pasar Kartum

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat