Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Sempat diragukan, Mutiara Hitam buktikan pimpin klasemen
  • Selasa, 22 Mei 2018 — 00:15
  • 1461x views

Sempat diragukan, Mutiara Hitam buktikan pimpin klasemen

“Mereka pantas untuk berlaga di level nasional. Karena dua pemain ini juga bersinar di klub,” kata Butler menyikapi dua pemain mudanya dipanggil untuk memperkuat Timnas U-19.
Pelatih kepala Persipura Jayapura Peter Butler – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura tampil cukup meyakinkan di Liga 1 Go-Jek bersama Bukalapak. Sejauh ini Persipura menjadi tim paling konsisten. Padahal sebelum liga dijalankan, tim Mutiara Hitam dilanda masalah diantaranya eksodus pemain, mulai dari Yoo Jae Hoon, Ferinando Pahabol, Nelson Alom, Ruben Sanadi, Osvaldo Hay, Ronny Beroperai, Isack Wanggai dan Piter Nasadit meninggalkan Persipura sebelum liga dimulai.

Masalah selanjutnya adalah kesulitan keuangan. Disinyalir, hal ini yang menyebabkan banyak pemain memilih hengkang dari Persipura yang telah meraih empat bintang. Mutiara Hitam kesulitan mendapatkan sponsor di awal musim, namun akhirnya PT Freeport dan Bank Papua mau membantu Persipura di musim ini.

Akibat kesulitan dana dan minim sponsor, tim yang bermarkas di Stadion Mandala tersebut hanya memakai jasa tiga pemain asing, diantaranya Hilton Moreira, Marcel Sacramento dan Abdoulaye Youssouf Meiga.

Persipura lebih mengandalkan bakat lokal namun semua itu tidak membuat Persipura lemah. Prediksi sebagian orang yang mengatakan Persipura akan kesulitan bersaing musim ini ternyata salah. Sampai dengan pekan ini, Persipura menjadi pemuncak klasemen sementara Liga 1.

Hingga pekan ke-9 pasukan Peter Butler telah mencatatkan beberapa rekor diantaranya menjadi pemuncak klasemen terbanyak. Dari sembilan pekan yang sudah dijalani, Persipura menjadi pemuncak klasemen sebanyak enam pekan yaitu pekan ke tiga, empat, lima, enam, tujuh, dan sembilan.

Boaz Solossa dan kawan-kawan juga mencatatkan kemenangan terbesar dengan mengalahkan Madura United 6-0 dan merupakan rekor kemenangan terbesar sejak Liga 1 digelar hingga saat ini. Rekor berikutnya yaitu mencatatkan diri sebagai tim 100 persen kemenangan di kandang musim ini sebanyak lima kali.

Selain itu, mesin gol Persipura cukup berlimpah. Perolehan gol terbanyak Persipura masih dipegang oleh Marcel Sacramento dengan enam gol, disusul Boaz Solossa dengan empat gol, masih ada Hilton Moreira, Todd Ferre, Ricaldo Wanma, Ian Louis Kabes, dan Imanuel Wanggai.

Pelatih kepala Persipura Jayapura Peter Butler mengatakan, walau awal musim manajemen Persipura sedikit dipusingkan dengan mendapatkan dukungan berupa sponsor namun bukan berarti dirinya harus tinggal diam.

“Manajemen sudah berupaya, dan saat ini menjadi tugas saya untuk meramu tim. Langkah awal yaitu melakukan seleksi pemain baik dari Persipura U-21 hingga klub-klub lokal yang ada di Kota Jayapura,” kata Butler belum lama ini.

Butler menambahkan, dengan penjaringan pemain usia muda yang begitu ketat dirinya akhirnya bisa menentukan sejumlah pemain muda yang kini sudah bisa masuk sebagai pemain inti di dalam tim. “Memang susah sekali memnentukan pemain mana yang harus saya pakai, karena kualitas mereka sama semua. Ini memang berat namun saya harus ambil keputusan,” ujarnya.

Perekrutan sejumlah pemain muda Papua tersebut berbuah hasil, dua pemain Persipura yang kini menjadi pemain inti dalam tim akhirnya di panggil untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia, yaitu Todd Ferre dan Gunansar Mandowen.

“Mereka pantas untuk berlaga di level nasional. Karena dua pemain ini juga bersinar di klub,” kata Butler menyikapi dua pemain mudanya dipanggil untuk memperkuat Timnas U-19.

Satu lagi yang patut dibanggakan adalah ketika Persipura mengandaskan Madura United dengan skor telah 6-0. 45 menit babak kedua ada empat pemain muda Papua usia 17 tahun yang diturunkan oleh sang arsitek. Malah salah satu pemainnya berhasil mencetak gol. Pemain tersebut adalah Todd Ferre.

“Harus dicatat bahwa kami memainkan pemain muda pada babak kedua dan kami berhasil mencetak tiga gol lagi. Ini luar biasa dan spektakuler,” ujarnya.

Pengamat sepakbola Papua, Nico Dimo yang juga mantan pemain Persipura Jayapura mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh sang pelatih dari beberapa laga yang sudah dijalani Persipura.

“Dia (Butler) selalu mempercayakan pemain muda miliknya. Ini sangat luar biasa dan patut menjadi contoh untuk pelatih lain di Indonesia,” katanya kepada Jubi melalui sambungan telepon selularnya, Senin (21/5/2018).

Nico Dimo mengatakan, apabila semua tim memberikan kesempatan kepada seluruh pemain mudanya maka ketersediaan pemain untuk Timnas tidak akan kekurangan.

“Jadi pelatih Timnas juga sudah tidak perlu susah-susah mencari pemain untuk mengisi skuadnya,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kisah Marcel di balik laga Persipura VS Madura United

Selanjutnya

Pemain Harapan Putra jalani tes VO2 Max

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe