Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Mantan pastor akui uskup ketahui kasus pelecehan
  • Minggu, 13 November 2016 — 18:03
  • 404x views

Mantan pastor akui uskup ketahui kasus pelecehan

Pastor pelaku pelecehan seksual terhadap anak di Guam mengaku bahwa sebenarnya kasus itu telah diketahui pemimpin gereja Katolik sejak puluhan tahun lalu ketika kasus itu terjadi tahun 1950-an.
Gereja Katedral Dulce Nombre de Maria di Guam. – 123RF Stock via RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:20 WP
Features |
Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:03 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Guam, Jubi – Pastor pelaku pelecehan seksual terhadap anak di Guam mengaku bahwa sebenarnya kasus itu telah diketahui pemimpin gereja Katolik sejak puluhan tahun lalu ketika kasus itu terjadi tahun 1950-an.

Salah seorang pastor pelaku pelecehan seksual, Louis Brouillard mengatakan hal itu terkait adanya tuntutan dari beberapa anak altar yang mengaku mengalami pelecehan seksual oleh pastor di Guam ketika mereka masih berusia anak-anak.

Pengakuan Brouillard ini semakin membuka borok di dalam gereja Katolik Guam yang melibatkan pimpinan-pimpinan gereja saat itu. Seperti dikutip RNZI dari Pacific Daily News, Brouillard mengatakan bahwa saat itu gereja yang dipimpin oleh Uskup Apollinaris Baumgartner tidak memberikan hukuman apapun terhadap para pelaku.

Brouillard sendiri saat itu menjadi salah satu pastor di Guam sejak 1940-an hingga 1981. Ia kini berusia 95 tahun dan hidup di Minnesota. Baru-baru ini ia mengakui perbuatannya telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di gereja.

Tindakan tidak terpuji itu juga diketahui oleh Uskup Baumgartner yang memimpin keuskupan Guam selama 25 tahun dari tahun 1945. Kini, Brouillard mengimbau agar gereja bersikap jujur dan mengakui kesalahan yang dilakukan selama bertugas melayani di Guam.

Dalam rangka mendukung mantan anak-anak altar yang menjadi korban, Brouillard menyampaikan pengakuannya itu melalui sebuah video dan pernyataan tertulis.

Gereja Katolik Guam terus diliputi skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak. Kasus ini mencuat setelah beberapa mantan anak altar mengaku bahwa mereka menjadi korban pelecehan seksual oleh para pastor di gereja Katolik pada tahun 1950-an hingga tahun 1970-an.

Tuntutan mantan anak-anak altar ini terus disidangkan di Guam dan memicu banyaknya pengakuan dari para korban lainnya maupun dari pelaku seperti Brouillard. (*)

loading...

Sebelumnya

Permohonan tiga negara belum bisa diproses

Selanjutnya

Vanuatu serahkan bantuan untuk MSG

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6689x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3326x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2818x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2370x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe