Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Ramadhan tak pengaruhi harga ikan di pasar Kartum
  • Selasa, 22 Mei 2018 — 13:12
  • 367x views

Ramadhan tak pengaruhi harga ikan di pasar Kartum

Pantauan Jubi pada pada hari ke enam bulan puasa menunjukkan harga ikan laut yang dijual di pasar tersebut  masih stabil.
Seorang pedangan sedang mengatur jualan ikannya di pasar Karang Tumaritis Nabire, Selasa, (22/5/2018) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Momentum bulan Ramadhan tahun 2018 tak berpengah terhadap harga ikan di pasar Karang Tumaritis (Kartum),  Kabupaten Nabire. Pantauan Jubi pada pada hari ke enam bulan puasa menunjukkan harga ikan laut yang dijual di pasar tersebut  masih stabil.

“Belum ada kenaikan harga, meski telah memasuki bulan ramadhan” ujar Arman, seoarang penjual ikan, di pasar Kartum kepada Jubi, Selasa, (22/5/2018).

Arman menyebutkan persediaan ikan yang melimpah dan pengiriman yang masih lancar oleh pemasok menjadi alasan harga ikan saat ini masih stabil. “Memang awalnya kami khawatir akan naik harga gara-gara cuaca, tapi sampai sekarang masih stabil,” ujar Arman menambahkan.

Menurut dia, ikan ekor kuning ukuran sedang masih seharga Rp 50, sedangkan yang besar Rp 85 ribu. Sedangkan ikan merah kecil itu satu tumpul Rp 50 ribu, ikan Kombong juga masih sama tidak ada yang berubah.

Kenaikan harga justru terjadi pada ayam potong yang naik 5 persen. Hal itu diakui pedagang ayam, Amir, yang menyebutkan harga ayam potong kecil awalnya dijual Rp 35 sudah naik menajdi Rp 45 ribu.

“Dengan kenaikan harga yang ini sedikit mengurangi penjualan ayam,” kata Amir menambahkan.

Amir mengaku sengaja mengurangi penjualan agar tidak ada daging ayam yang tidak laku. Rata-rata biasanya ia mampu menjual 20 sampai 25 ekor sehari. “Sekarang kita jual cuma 15 ekor. Takut nanti tidak habis, karena pembeli bekurang," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Harga ikan yang tak stabil di pasar lama Sentani rugikan pedagang

Selanjutnya

Pertamina pastikan bahan bakar di Papua dan Maluku aman

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat