Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Perjuangan berbuah manis
  • Rabu, 23 Mei 2018 — 01:49
  • 1087x views

Perjuangan berbuah manis

“Ya, sudah ada kesepakatan dan transaksi pembayaran uang tali asih secara bertahap oleh perusahaan sudah dilakukan. Sisanya akan diselesaikan pada Desember mendatang,” ujarnya.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Investasi Daerah Kabupaten Merauke, Tjahyo Purnomo sedang diwawancarai – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

KURANG lebih sebulan, perwakilan delapan marga dari Distrik Kaptel yang berjumlah sekitar 25 orang, menghabiskan waktu di kota memperjuangkan hak mereka kepada PT Nutfa Marind-Papua, agar uang tali asih yang telah disepakati bersama senilai Rp 300 juta untuk setiap marga harus direalisasikan.

Selama berada di kota, beberapa kali mereka mendatangi Kantor DPRD Merauke dan berdialog untuk kejelasan waktu pembayaran.

 Setelah dibentuk pansus tentang penyelesaian tanah ulayat yang diketuai Nathaniel Paliting, beberapa langkah dilakukan dengan pertemuan bersama Kepala Badan Investasi dan Penanaman Modal Daerah, Tjahyo Purnomo, perwakilan Bappeda maupun Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD beberapa waktu lalu itu, disepakati mencari waktu tepat agar bertemu Bupati Merauke, Frederikus Gebze untuk mendapatkan penyelesaian dan solusi tepat diambil antara pemilik ulayat bersama perusahaan.

Ketua Tim Pansus Tanah Ulayat Distrik Kaptel, Nathaniel Paliting kepada Jubi, Selasa 22 Mei 2018 mengatakan, setelah hearing bersama beberapa waktu lalu, Kepala Badan Penanaman Modal  dan Investasi Daerah, Tjahyo Purnomo diberi tugas dan tanggungjawab berkoordinasi dengan Bupati Merauke agar dilakukan pertemuan lanjutan.

Akhirnya Bupati Freddy memerintahkan pertemuan bersama sejumlah elemen terkait mulai dari pemilik ulayat delapan marga, pihak perusahaan maupun utusan  beberapa anggota DPRD setempat.

Akhirnya, jelas dia, pertemuan berlangsung Minggu, 20 Mei di Gedung Negara. Lalu ada kesepakatan bersama antara pemilik ulayat dan perusahaan. Dimana, perusahaan bersedia menyelesaikan uang tali asih secara bertahap.

“Pak Bupati Merauke juga meminta pihak perusahaan agar adanya uang tali asih diberikan. Lalu disanggupi perusahaan, sehingga dilakukan pembayaran,” ujarnya.

Pembayaran uang tali asih itu, katanya, untuk tahap pertama. Sisanya akan diselesaikan pada Desember 2018 mendatang.

Ditanya berapa nilai uang yang telah dibayar perusahaan, Nathaniel enggan menyebutkan. Tetapi jelasnya sekitar 50 persen. Dengan pembayaran itu, kunci kantor perusahaan dikembalikan dan aktivitas pembukaan lahan di Kampung Boepe, tetap dilanjutkan.

“Jadi, tidak ada persoalan lagi, karena telah ada pembayaran uang tali asih tahap pertama. Meskipun nilainya belum mencukupi, tetapi bahwa pemilik ulayat juga menerima,” tuturnya.

Ditambahkan, permasalahan tanah ulayat di Distrik Kaptel menjadi suatu catatan bagi pemerintah dan beberapa komponen terkait lain di tahun-tahun mendatang.

Artinya, menurut dia, sebelum investasi dilakukan, harus dibicarakan dengan sebagi mungkin dan perlu ada kesepakatan tertulis. Sehingga tidak menjadi polemik di kemudian hari.

Anggota panus DPRD lainnya, Syarifuddin membenarkan adanya penyelesaian antara masyarakat delapan marga bersama perusahaan.

“Memang kita sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan pertemuan bersama pemilik ulayat serta pihak perusahaan. Tetapi tak membuahkan hasil, lantaran kedua belah pihak bertahan sama-sama,” ujarnya.

“Kami berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke yang telah menyikapi dengan serius permasalahan dimaksud. Sehingga dilakukan pertemuan dan ada solusi penyelesaian,” katanya.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Investasi Daerah Kabupaten Merauke, Tjahyo Purnomo mengakui pihaknya telah memfasilitasi, sehingga pertemuan dengan Bupati Merauke dapat berlangsung di Gedung Negara beberapa hari lalu.

“Ya, sudah ada kesepakatan dan transaksi pembayaran uang tali asih secara bertahap oleh perusahaan sudah dilakukan. Sisanya akan diselesaikan pada Desember mendatang,” ujarnya.

Diakui perwakilan masyarakat delapan marga sudah kembali ke kampung masing-masing setelah adanya penyelesaian.

“Jadi, tidak ada permasalahan lagi dan Pak Bupati Merauke juga meminta agar apa yang menjadi hak pemilik ulayat, harus diselesaikan oleh perusahaan sesuai kesepakatan bersama,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

JUBI goes to school : Menjadi jurnalis sejak dini

Selanjutnya

Otsus masih berlangsung, anak adat terus tersingkirkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe