Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI: Waspadai peredaran uang palsu 
  • Rabu, 23 Mei 2018 — 08:11
  • 528x views

BI: Waspadai peredaran uang palsu 

"Mau dibelikan nasi kuning dan kue akan tetapi penjual kue menolak dan minta digantikan uang yang lainnya karena uang ini katanya palsu," ujarnya kepada Jubi, sambil menunjukkan uang pecahan Rp 100 ribu, Selasa (22/5/2018).  
Uang pecahan Rp 100 ribu yang diduga palsu yang ditemukan warga di Waena Kota Jayapura - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Seorang penjual pinang di depan supermarket Mega Waena mendapatkan uang pecahan Rp 100 ribu yang diduga palsu. Penjual pinang yang tak mau disebutkan namanya ini, mengaku mendapatkan uang diduga palsu ini dari aktivitas berjualannya.

"Mau dibelikan nasi kuning dan kue akan tetapi penjual kue menolak dan minta digantikan uang yang lainnya karena uang ini katanya palsu," ujarnya kepada Jubi, sambil menunjukkan uang pecahan Rp 100 ribu, Selasa (22/5/2018).  

Menanggapi kasus tersebut, Kepala pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Adi Purwantoro, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi ke komunitas terkait keaslian uang. Kemungkinan, tak semua warga yang sudah mendapatakan sosialisasi bisa mengerti dan memahami. Akan tetapi ia pun tetap mengimbau masyarakat jika mendapatkan uang yang terindikasi palsu agar segera mendatangi Bank Indonesia atau perbankan atau  kepolisian terdekat.

"Untuk uang palsu tidak diganti oleh BI karena itu bukan uang. BI hanya memberikan keterangan saja bahwa uang tersebut palsu," katanya.

Ia pun mengakui takkan menelisik ke tangan pertama yaitu pembuat uang palsu dengan cara pencetakan dengan printer canggih sebab hal tersebut merupakan ranah pihak kepolisian. 

"BI tak sampai sampai ke sana. Penyelidikan itu ranah kepolisian," ujarnya.

Adi mengimbau masyarakat untuk terus meningkatan pengetahuan terkait keaslian uang rupiah  dan tetap melaksanakan 3D yakni Dilihat, Diraba, Diterawang. BI minta warga tetap waspadai penggunaan uang palsu sebab menjelang Lebaran seperti saat ini, trend peredaran uang palsu biasanya meningkat. (*) 

loading...

Sebelumnya

Papua masih aman dari makanan kedaluwarsa

Selanjutnya

Es jeruk peras, jajanan baru yang laris di Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe