TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Daerah diminta sukseskan kampanye imunisasi massal
  • Rabu, 23 Mei 2018 — 16:04
  • 416x views

Daerah diminta sukseskan kampanye imunisasi massal

Pemerintah daerah harus meningkatkan target cakupan imunisasi, penemuan dan juga pengobatan kasus TBC.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua Papua, Noak Kapisa didampingi Kepala Dinas Kesehatan Papua, Aloysius Giyai membuka rapat bidang kesehatan dengan memukul tifa - Jubi/Alex
Alexander Loen
[email protected]
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Pemerintah kabupaten dan kota di Papua, diminta mensukseskan kampanye imunisasi massal campak rubella pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, yang akan dilaksanakan pada Agustus dan September 2018. Pemerintah daerah harus meningkatkan target cakupan imunisasi, penemuan dan juga pengobatan kasus TBC.

"Saya harap petugas kesehatan dapat menjalankan fungsinya untuk pencegahan penyakit dan pengendalian penyakit serta meningkatkan kinerja yang lebih baik," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Papua Papua, Noak Kapisa, saat rapat koordinasi teknis bidang kesehatan masyarakat dan bidang pencegahan dan pengendalian penyakit se-Papua, di Jayapura, Rabu (23/5/2018).

Ia menekankan peningkatan cakupan imunisasi, percepatan eliminasi TBC serta penurunan stunting yang merupakan menjadi kewajiban kabupaten dan kota sebagaimana tercantum dalam peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal di bidang kesehatan.

"Untuk itu, kerja sama dengan bidang sumber daya kesehatan dan bidang pelayanan kesehatan melalui kunjungan rumah ke rumah atau keluarga ke keluarga dalam program sehat diharapkan mampu wujudkan apa yang diingginkan," ujar Kapisa menambahkan.

Menurut dia, kasus campak di Provinsi Papua mencapai 896 kasus dengan satu kematian di Kabupaten Jayapura, Keerom, Timika, Merauke, Biak, Boven Digoel, Puncak Jaya dan Kota Jayapura. Sedangkan di kabupaten Asmat terdapat 602 kasus campak dengan 65 kematian.

“Untuk itu, diharapkan kedepan kasus seperti ini tidak ada lagi," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Aloysius Giyai, mengatakan selain kasus penyakit itu tercatat penyebaran HIV/AIDS di Papua cukup parah, hal itu dibuktikan hingga Mei 2018, pengidap HIV tembus 35 ribu orang.

"Peningkatan terjadi karena masyarakat semakin menyadari, dengan sendirinya datang untuk melakukan tes VCT untuk mendeteksi risikonya terhadap HIV," kata Giyai.

Menurut dia, masyarakat juga sudah menyadari dan melihat keluarganya yang terinfeksi langsung mengkonsumsi obat anti retrovirus (ARV) secara teratur tanpa terputus. (*)

loading...

Sebelumnya

Melantik pejabat Bupati Paniai, Soedarmo : segera pulihkan pemerintahan

Selanjutnya

Papua segera laporkan kebutuhan dasar Kabupaten Asmat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat