Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Selalu kesulitan darah, Nabire butuh pendonor sukarela
  • Kamis, 24 Mei 2018 — 16:53
  • 1607x views

Selalu kesulitan darah, Nabire butuh pendonor sukarela

"Rata - rata permintaan darah perhari bisa mencapai 10 - 15 kantong. Paling banyak permintaan darah dari ruangan bersalin dan ruangan operasi," katanya
Seorang pendonor sedang mendonorkan darahnya di Unit Transfusi Darah RSUD Nabire – Jubi/Titus
Titus Ruban
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

DARAH sangat diperlukan oleh mereka yang sedang dalam keadaan sakit atau saat mengalami kecelakaan. Sayangnya, stok darah di hampir semua daerah di Indonesia sangatlah tidak mencukupi kebutuhan.

Seperti hal yang dialami oleh Kabupaten Nabire, saat ini. Pelayanan dan pemberian darah hanya dilakukan oleh Unit Transfusi Darah RSUD Nabire hingga kini sering kali kesulitan memenuhi kebutuhan darah.

Kepala Unit Transfusi Darah, Susan Kelada Jubi, Rabu (23/5/2018) mengatakan kebutuhan darah di Nabire sangat tinggi. Rata - rata permintaan darah perhari bisa mencapai 10 - 15 kantong. Paling banyak permintaan darah dari ruangan bersalin dan ruangan operasi.

“Untuk kebutuhan darah di Kabupaten Nabire, hanya kami satu – satunya sebagai penyedia,” ujarnya

Susan menjelaskan Unit Transfusi Darah RSUD Nabire hanya sifatnya melayani. Bila ada yang membutuhkan darah, terutama dari RSUD Nabire.

“Bila ada permintaan kebutuhan darah, namun kami tidak memiliki stok, kami kembalikan kepada keluarga pasien untuk membantu mencari pendonor. Kalau sudah dapat nanti kami bantu proses pengambilan darah,” katanya.

Selain itu ada juga permintaan dari klinik - klinik yang menerima pasien rawat inap. Sebagai satu satunya penyedia darah, Unit Transfusi Darah RSUD Nabire harus bisa memenuhinya.

Permasalahannya kata Susan, unit yang dipimpinnya sering kali kekurangan stok darah. Apalagi belum ada PMI yang umumnya menjadi penyedia darah bagi pasien.

Lanjutnya Susan, sebagai bagian dari RSUD Nabire, unit yang dipimpinnya hanya melakukan tugas sesuai dengan kewenangan dari direktur RSUD. Mengingat tidak ada SOP dari PMI.

“Mengingat  unit ini di bawah RSUD Nabire, yang dijalankan adalah SOP rumah sakit. Sehingga laporannya langsung ke kementerian Kesehatan dan tidak ke PMI,” jelasnya

Dikisahkan, selama ini, semua orang beranggapan kalau unit transfusi darah adalah PMI. “Padahal buka, Maaf kami bukan PMI,” katanya.

Dikatakan Ibu yang murah senyum ini, kebutuhan darah selama kurun waktu tiga  tahun terakhir ini sangat tinggi. Namun sifatnya variatif, sehingga tidak bisa ditentukan sebab selalu berubah – ubah.

“Misalnya dalam minggu ini muncul golongan darah A, maka belum tentu pada minggu berikutnya sama golongan darah A. Tetapi bisa berubah ke B atau O,” katanya.

Mengenai biaya untuk membeli darah, Susan menjelaskan tidak ada jual beli darah yang dilakukan oleh unitnya itu.

“Di sini biayanya untuk pemeriksaan, pengambilan darah, tensi dan kantung darah. Total semuanya Rp.300.000 per kantung. Itu kalau tidak punya BPJS. Kalau punya ya gratis tentunya,” katanya.

Biaya yang dikenakan juga langsung dibayar keluarga pasien ke Bank Papua, sesuai dengan Perda RSUD Nabire. Sehingga pungutan yang dilakukan itu sesuai aturan dan transparan.

Lenny Rumbrawer, seorang relawan pendonor darah gratis mengatakan dirinya tergabung dalam komunitas pendonor darah yang memberikan darah mereka secara gratis.

Komunitas ini hadir karena kepedulian dengan kondisi krisis darah yang sering dialami di Kabupaten Nabire.. Komunitas  ini memiliki 10 anggota dan sudah ada sejak tiga tahun lalu.

“Kami kasihan iba dengan situasi pasien yang membutuhkan darah. Karena itu kami bentuk komunitas ini,” katanya.

Cara  kerjanya kata Rumbrawer, jika ada yang meminta bantuan maka dirinya akan menghubungi sembilan kawan lainnya.

Namun jika kebutuhan darah tidak dapat, dia bersama rekan – rekannya menyebarkan pesan melalui medsos (FB) untuk membantu mencari pendonor dari luar selain komuitas. Jika ketemu, anggota komunitas langsung menjemput dan mengantar ke RSUD Nabire.

“Setelah sampai di rumah sakit, kami tidak akan bilang kalau kami dari Komunitas. Kami langsung ketemu keluarganya dan sampaikan kami ingin bantu. Selebihnya keluarganya yang berurusan dengan petugas,” jelasnya.(*)

loading...

Sebelumnya

Harapan mahasiswa terhadap pilkada Papua

Selanjutnya

Ketika mereka berpikir keras membenahi Mappi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe