Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Fiji Times dinyatakan tidak bersalah
  • Kamis, 24 Mei 2018 — 18:17
  • 507x views

Fiji Times dinyatakan tidak bersalah

Ruangan pengadilan sesak dan halamannya dipenuhi orang-orang yang menanti, saat Hakim Pengadilan Tinggi itu menyampaikan putusannya di Pengadilan Tinggi di Suva, Selasa kemarin sore (22/5/2018).
Penerbit dan General Manager The Fiji Times, Hank Arts (kanan). - Fiji Times/ Jovesa Naisua
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi - Ini adalah kemenangan bagi media di seluruh Fiji dan kita harus merasa terdorong, untuk terus berkarya dan beklerja di dalam kerangka hukum.”

Itu adalah kata-kata emosional yang diutarakan Penerbit dan General Manager The Fiji Times, Hank Arts, setelah Hakim Pengadilan Tinggi, Thushara Rajasinghe, sependapat dengan putusan tidak bersalah yang diumumkan oleh ketiga penilai sebelumnya, dan membebaskan dia dan dua pejabat senior lainnya dari The Fiji Times, perusahaan surat kabar itu sendiri, dan seorang penulis surat, atas tuduhan penghasutan atau sedition laws.

Ruangan pengadilan sesak dan halamannya dipenuhi orang-orang yang menanti, saat Hakim Pengadilan Tinggi itu menyampaikan putusannya di Pengadilan Tinggi di Suva, Selasa kemarin sore (22/5/2018).

Rajasinghe memutuskan bahwa tim penuntut gagal membuktikan artikel yang diterbitkan di surat kabar bahasa pribumi Nai Lalakai, pada tanggal 27 April 2016 itu, penuh hasutan dan bahwa artikel itu dapat menimbulkan perasaan sakit hati dan perselisihan di kalangan Muslim dan non-Muslim.

“Sekarang kita harus lebih terdorong untuk terus melakukan apa yang telah kita lakukan selama ini, kita harus tetap beroperasi dalam hukum dan etik, tetapi juga laporkan dengan jujur dan seimbang tanpa rasa takut,” kata Arts.

“Itu adalah apa yang kami perjuangkan selama ini, dan itu juga yang akan kami lakukan seterusnya.” (Fiji Times)

loading...

Sebelumnya

Pengungsi Rohingya bunuh diri di Manus

Selanjutnya

Jale Moala: Hari paling panjang dalam sejarah Fiji

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe