Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Jale Moala: Hari paling panjang dalam sejarah Fiji
  • Kamis, 24 Mei 2018 — 18:52
  • 573x views

Jale Moala: Hari paling panjang dalam sejarah Fiji

Demonstrasi oleh penduduk pribumi Fiji radikal telah direncanakan terhadap Parlemen yang sedang memerintah, Perdana Menteri asal Indo-Fiji memimpin pemerintahan saat itu.
Pemimpin Kudeta ketiga Fiji, George Speight, sampai sekarang masih dipenjara. - Asia Pacific Report/Joe Yaya/USP Journalism
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Jale Moala in Port Moresby

19 Mei 2000: Sebagai salah satu editor untuk koran Fiji Daily Post di Suva, saya mengharapkan beberapa laporan besar untuk hari itu, tetapi tidak sebesar apa yang akan terjadi sebelum hari itu berakhir - tanggal 19 Mei, 18 tahun yang lalu.

Demonstrasi oleh penduduk pribumi Fiji radikal telah direncanakan terhadap Parlemen yang sedang memerintah, Perdana Menteri asal Indo-Fiji memimpin pemerintahan saat itu.

Editor berita kami dan saya, setelah memastikan semua wartawan kami berada di lapangan untuk semua penugasan, pergi untuk sarapan.

Sekembalinya kami ke ruang berita, saya diberitahu bahwa unjuk rasa itu telah semakin mengganas dan masih terus berlanjut ke Gedung Parlemen, saya pun khawatir.

Saya segera berkendara ke sekolah untuk menjemput anak-anak saya dan, setelah mengantar mereka dengan selamat ke rumah, kembali bekerja, saya tahu dengan pasti bahwa saya tidak akan pulang untuk makan malam dengan mereka hari itu.

Fiji jatuh lagi di bawah kudeta militer, kali ini dipimpin oleh seorang pria bernama George Speight dan sekelompok prajurit dari pasukan elite Counter Revolutionary Warfare Unit (CRWU) di bawah tentara nasional Fiji.

Ruang berita kami penuh keheningan yang mencekam, hampir seperti keheningan tepat sebelum badai menghantam, semua orang tampaknya mengharapkan dan sudah tahu bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi tetapi berpura-pura seolah ini adalah hari yang biasa.

Saya diam-diam menghilang ke ruang istirahat untuk menyeduh kopi. Suara kaca yang pecah memaksa saya keluar, dan saya berkata kepada diri saya sendiri, mungkin seseorang memecahkan sesuatu.

Dari pengalaman saya dengan kudeta-kudeta sebelumnya di Fiji, saya tahu bahwa akan ada kekerasan, tidak peduli berapa sering pemimpin kudeta mencoba menyembunyikannya .

Dua sisi berlawanan

Selalu ada argumen dari dua sisi dan satu sisi akan terluka, tetapi bahkan saat itu saya tidak berpikir bahwa saya akan melihat apa yang saya lihat hari itu, situasi memburuk secepat yang bisa saya lihat.

Dalam hitungan menit, mungkin hanya 30 menit atau kurang dari itu, sejak saya kembali ke ruang berita, bagian dari Kota Suva dimana kita bekerja telah berubah jauh menjadi situasi penuh gejolak kemarahan dan kekerasan - semuanya dalam waktu yang diperlukan untuk membuat secangkir kopi.

Ratusan orang, mungkin mencapai seribu, saya tidak tahu, membanjiri jalan-jalan di bawah balkoni lantai dua kami.

Toko-toko dibakar, laki-laki dan perempuan menghancurkan jendela-jendela kaca dan pintu, dan menjarah setiap toko di jalanan.

Sekelompok laki-laki memimpin rombongan itu, merobohkan pintu dan memecahkan jendela, kemudian terus bergerak, kerumunan di belakang mereka memasuki gedung-gedung itu dan mengambil apa pun yang ingin mereka ambil - TV, sepatu, pakaian , set stereo, makanan, apa saja yang dapat mereka gotong.

Hampir semua orang Indo-Fiji telah meninggalkan Kota Suva, melarikan diri untuk menyelamatkan hidup mereka. Selain itu, sebagian kecil dari mereka yang tidak sempat pergi bersembunyi di belakang gedung dan rumah mereka, meninggalkan bisnis mereka dalam belas kasihan massa yang menggila; beberapa orang Indo-Fiji yang mengemudi kendaraan mereka untuk berusaha keluar kota dipaksa berhenti, diseret keluar dari mobil mereka, dan diserang.

Saya sangat takut

Saya takut, sangat takut, terutama bagi anggota-anggota staf kami dengan latar belakang Indo-Fiji.

Semua staf kami yang berdarah Indo-Fiji, terutama yang perempuan, seperti beberapa reporter muda saya, baru saja lulus dari universitas, bersembunyi di bawah meja, menangis, “Saya tidak mau mati”.

Ruang berita kita, terletak di lantai kedua, dengan cepat berubah menjadi tempat perlindungan. Pemilik-pemilik toko dan siapa saja di sekitar kantor kita yang terlambat meninggalkan kota, datang dan meringkuk bersama kita. Kita menelepon polisi beberapa kali namun tidak ada yang datang.

Kita tahu bahwa kita harus melakukan sesuatu, kita harus melindungi staf kita.

Kita semua berdiri bersama

Kita, semua staf pribumi Fiji, menutup gerbang dan semua orang, laki-laki dan perempuan, berdiri bersama dengan teguh, memblokir semua pintu akses ke kantor, dan dengan demikian memberikan perlindungan sebanyak mungkin kepada mereka di lantai dua.

Masih banyak orang yang jauh lebih berani dan kuat daripada saya. Tapi kita semua, yang lemah dan kuat, yang tua dan muda, hari itu kita berdiri bersama-sama, penduduk asli Fiji berhadapan dengan penduduk asli Fiji lainnya, sampai matahari mulai terbenam dan militer tiba untuk mengamankan situasi dan mengosongkan jalanan.

Komisaris Polisi Fiji, Isikia Savua, dan para anggotanya akhirnya muncul, terlambat, sia-sia, sangat tidak berguna, mereka sampai setelah kerusakan dan keresahan telah terjadi. Suva telah luluh lantak.

Setelah itu keadaan terlalu berbahaya bagi kita untuk menerbitkan koran, jadi kita membatalkan edisi malam itu dan, hanya dengan menggunakan supir orang Fiji asli, mengantarkan semua orang kembali ke rumah mereka masing-masing, termasuk orang-orang lain yang datang dari jalanan untuk bersembunyi dengan kami.

Sebagai seorang jurnalis, tugas saya adalah untuk melaporkan kejadian-kejadian yang terjadi dengan objektif dan tidak menghakimi satu sisi, tetapi peristiwa yang saya saksikan hari itu menghantui dan mempengaruhi cara pandang dan berpikir saya untuk waktu yang lama.

Tindakan kriminal dan terorisme

Hari itu bukanlah kejadian politik. Itu adalah kejadian dan tindakan kriminal dan terorisme, saya memutuskan bahwa sejak saat itu dan seterusnya liputan kami di Fiji Daily Post tentang George Speight dan peristiwa-peristiwa lainnya menyusul kerusuhan ini akan berpusat pada terorisme.

Akhirnya kegelapan malam menyelimuti Suva, saya memanjat kursi pengemudi mobil saya dan meninggalkan kantor. Di rumah, istri saya, Maureen, telah mendorong beberapa tempat tidur di rumah kami untuk digunakan menghalangi jendela-jendela. Dia memerintahkan anak-anak kami dan anak-anak lainnya di rumah saya untuk tidur di lantai di lorong rumah kami, sejauh mungkin dari pintu dan jendela.

Saya masuk ke rumah saya dan memeluk dan mencium istri saya dan semua anak-anak kami, serta semua anak-anak lainnya di dahi.

Lalu saya duduk dan menangis. Sebulan kemudian pada hari itu, pada 19 Juni 2000, saya memasuki ruang berita koran The Southland Times di Invercargill, Selandia Baru, dan mulai bekerja sebagai Sub-editor. (Asia Pacific Report)

Jale Moala adalah salah satu wartawan senior Fiji yang paling berpengalaman, saat ini bekerja sebagai editor di harian The National di Port Moresby, Papua Nugini. George Speight, hingga saat ini, masih menjalani hukuman penjara seumur hidup.

loading...

Sebelumnya

Fiji Times dinyatakan tidak bersalah

Selanjutnya

Gereja di Samoa bahas negosiasi pembayaran kepada pemerintah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat