Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Malaria di Nabire menurun sejak tiga tahun terakhir
  • Minggu, 27 Mei 2018 — 08:50
  • 690x views

Malaria di Nabire menurun sejak tiga tahun terakhir

Untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria tahun 2030
Yenni Derek (baju bire, berdiri)saat memberikan pelatihan kepada beberapa petugas puskesmas. Jumat [25/5/2018] – Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Angka penderita Malaria di Kabupaten Nabire sudah mulai menurun sejak tiga tahun terakhir. Tercatat sejak tahun 2015, hingga 2017 penurunan angka malaria cukup signifikan.

“Pada 2015 turun sebanyak 71,0 persen, 2016 sebanyak 64,4 persen dan pada 2017 sebanyak 30,8 persen,” ujar Pengelola program malaria Dinas Kesehatan Nabire, Yenni Derek, kepada Jubi, Jumat (25/5/2018).

Menurut Yenni, penurunan angka Malaria di Nabire juga untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria tahun 2030, sedangkan provinsi Papua mentargetkan bebas malaria tahun 2028.

“Jadi bagaimana kita kejar untuk menurunkan angka malaria melalui anula parasit indeks (API),” kata Yenni menambahkan.

Ia mengakui upaya penurunan API di setiap kabupaten sangat  berat. Maka solusi yang diterapkan saat ini menggenjot melalui 32 Puskesmas yang ada di Kabupaten Nabire. "Setiap Puskesmas harus mengetahui lokasi endemik malaria yang tinggi sehingga memudahkan diintervensi daerah," katanya.

Kepala Bidang Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P), Dinkes Nabire, Frans Sayori, mengatakan upaya memberantas malaria dilakukan lewat instruksi Kemenkes yang mewajibkan seluruh unit layanan kesehatan hingga klinik agar menggunakan obat Anti malaria (OAM).

 “Sehingga jika ada orang yang deman, jangan langsung makan obat lain. Harus periksa darah sebab belum tentu demam itu akibat Malaria,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pimpinan OPD diimbau terbuka terhadap publik

Selanjutnya

Bupati Douw minta pengusaha bayar THR sesuai aturan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe