Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ketua KPU Papua: Kami bekerja sesuai aturan
  • Minggu, 27 Mei 2018 — 23:02
  • 549x views

Ketua KPU Papua: Kami bekerja sesuai aturan

"Kami bekerja dengan selalu berpegang pada aturan. Apa pun anggapan masyarakat, itu sah-sah saja,” ucapnya.
Ketua KPU Papua, Adam Arisoi – Jubi/Dok.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ketua KPU Papua, Adam Arisoi menyatakan, selama ini pihaknya telah berupaya maksimal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara pemilu dengan berpegang pada aturan.

Ia mengatakan, jika ada berbagai pihak yang memberikan penilaian negatif terhadap kinerja KPU Papua selama ini, itu wajar, karena setiap orang punya penilaian berbeda-beda.

"Apa pun penilaian atau anggapan masyarakat terhadap kinerja kami, itu sah-sah saja," kata Adam Arisoi akhir pekan kemarin.

Namun menurutnya, berbagai pihak mungkin tidak merasakan langsung bagaimana upaya KPU mensukseskan pelaksanaan pilkada kabupaten (kota) di Papua selama ini.

Katanya, para anggota KPU yang merasakan langsung hal itu. Mereka selalu berupaya semampunya menyelesaikan berbagai masalah yang berkaitan dengan pemilihan umum di kabupaten (kota). 

"Kami bekerja dengan selalu berpegang pada aturan. Apa pun anggapan masyarakat, itu sah-sah saja,” ucapnya. 

Sementara Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, jika ada pihak yang menduga lima komisioner KPU Papua kini bermasalah selama menjabat, harus dibuktikan.

Misalnya, apakah sudah pernah disanksi atau diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). 

Menurutnya, jika hanya berupa peringatan, pernah dipanggil sebagai saksi dan lainnya, itu hal biasa dan bukan kategori melanggar. 

"Jangan katanya-katanya. Kalau tak ada bukti dan fakta, akan mengarah pada pencemaran nama baik, pembunuhan karakter," kata Frits Ramandey kepada Jubi pekan lalu. (*)

loading...

Sebelumnya

Diduga ada persaingan kontraktor di balik korupsi terminal Nabire

Selanjutnya

KIP perintahkan BPN berikan informasi ke LBH Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe