PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Meepago
  3. Mahasiswa Deiyai berharap dana akhir studi dan pemondokan segera cair
  • Senin, 14 November 2016 — 08:18
  • 1232x views

Mahasiswa Deiyai berharap dana akhir studi dan pemondokan segera cair

“Pertanyaannya apakah dana Rp6 milliar ini terbagi habis untuk mahasiswa Deiyai se-Indonesia? Jika Dinas P & P Deiyai membagikan dana pendidikan tidak sesuai data base mahasiswa studi akhir tiap kota studi, tentu instansi ini tidak senang dengan mahasiswanya, begitu juga dengan mahasiswa,” ungkapnya.
Mahasiswa Deiyai di Kota Jayapura saat melakukan aksi demonstrasi berkaitan dengan hak dan kewajiban mereka sebagai mahasiswa pada bulan Januari lalu - Kabar Deiyai
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Mahasiswa asal Kabupaten Deiyai seluruh Indonesia yang sedang di pengujung studi mengharapkan Pemkab Deiyai segera merealisasikan dana studi akhir dan dana pemondokan yang telah dianggarkan dalam APBD Pemkab Deiyai 2016.

Akulian Gobai, ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Deiyai (FKM-KD) kota studi Manokwari harapan itu disampaikan karena biasanya pencairan September hingga November, namun tahun ini belum ada tanda-tanda pencairan.

“Dana dianggarkan Rp6 milliar untuk mahasiswa asal Deiyai se-Indonesia, anggaran tersebut ditetapkan dalam rapat kerja birokrasi pemerintahan, namun faktanya, dana pendidikan tersebut belum dibagikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Deiyai dan kami masih menunggu ini,” katanya kepada Jubi, Minggu, (13/11/2016).

Menurutnya pembagian dana pendidikan semakin aneh tiap tahun. Sebab tahun ini besar dana bagi setiap mahasiswa studi akhir ditentukan Bupati Deiyai, tanpa sepakat dengan pimpinan mahasiswa di tiap kota studi.

“Pertanyaannya apakah dana Rp6 milliar ini terbagi habis untuk mahasiswa Deiyai se-Indonesia? Jika Dinas P & P Deiyai membagikan dana pendidikan tidak sesuai data base mahasiswa studi akhir tiap kota studi, tentu instansi ini tidak senang dengan mahasiswanya, begitu juga dengan mahasiswa,” ungkapnya.

Ia mengaku sudah menyerahkan data base mahasiswa studi akhir sesuai dengan permintaan instansi terkait. Namun, Bupati bersama bendahara kabupaten dan instansi terkait merombak data tanpa sepengetahuan pengurus forum mahasiswa Deiyai tiap kota studi.

Ketua FKM-KD Kota study Semarang Jhon Pakage mengatakan, instansi terkait harus mengetahui bahwa khusus di Jawa dan Bali tidak ada perbedaan antara mahasiswa Deiyai, Dogiyai, Paniai, dan Nabire, namun yang ada hanyalah mahasiswa Mee.

“Kami harap siapapun yang akan membagikan dana pendidikan dan pemondokan di Jawa dan Bali tolong jangan membeda-bedakan asal-usul kabupaten dan marga, kami adalah satu, yaitu suku Mee,” katanya. (*)

Sebelumnya

Panwaslu Dogiyai kabulkan gugatan Herman Auwee

Selanjutnya

Gelar pelatihan, Perindakop Dogiyai: Masyarakat jangan hanya dikasih uang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua