Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Keluarga Bantah Penembakan di Wanam-Merauke versi Polisi
  • Sabtu, 17 September 2016 — 19:50
  • 742x views

Keluarga Bantah Penembakan di Wanam-Merauke versi Polisi

Kepala Kampung Wongikel, Habel Kaize, juga angkat bicara. Dirinya merasa sangat kesal atas tindakan oknum Polairud tersebut. “Peristiwa ini bukan kali ini saja terjadi tetapi sudah berulang kali. Pelakunya adalah Polairud, TNI AL, Polisi,” ujarnya seperti disampaikan Kakak korban, Simon Petrus dalam kronologinya kepada Jubi.
Kondisi Melky Balagaize (19th) di RSUD Merauke, yang ditembak aparat Polair/Polairud – JUBI/SKP KAME
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Melky Balagaize (19 tahun) dipukul dan ditembak oleh dua orang oknum Polisi Air dan Udara (Polairud/Polair)  di Wanam Wogikel, Distrik Ilwayab-Merauke, sepulang dari Klub Karoke bersama teman-temannya, Rabu (14/9) sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Malam  itu, Rabu (14/9) Melky Balagaize dan teman-temannya jalan melewati perumahan warga masyarakat Wogikel. Mereka hendak pulang ke rumah dari Klub Karaoke.

Menurut keterangan Kakaknya, Seimon Petrus Balagaize, dalam kronologi yang diterima Jubi melalui Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke (SKP KAMe), Sabtu (17/9/2016), Melky sempat memotong kabel listrik, tetapi tidak putus.

Lalu seorang anggota Polairud/Polair bernama Briptu Diram, yang saat itu dalam keadaan mabuk, melihat perbuatannya dan mengikuti rombongan pemuda itu. Dia menegur Melky yang jalan dengan membawa parang. Melky menjawab bahwa parang itu bukan miliknya, tetapi milik seorang teman yang hendak dia kembalikan.

“Saya bawa parang ini juga bagian dari jaga diri, sama seperti bapak polisi yang bawa senjata juga untuk jaga diri,” ujar Melky seperti dijelaskan kakaknya di dalam kronologi.

Sambil berjalan kembali ke arah posnya, Briptu Diram sempat mengatakan, “anak-anak seperti ini ditembak boleh.” Melky yang tidak terima perkataan itu mengikuti Diram menuju pos, sambil menanyakan alasan Diram ingin menembaknya. “Apa salah saya?” ujar Melky.

Tanpa menggubrisnya, Diram yang masuk melewati pintu belakang pos langsung mengarahkan senjata jenis AK laras panjang ke arah Melky yang masuk dari pintu depan. Dia langsung menembak Melky 1 kali dan kena bagian pantat sebelah kiri.

Kondisi kening dan mata Melky Balagaize (19th) yang terbaring di RSUD Merauke – JUBI/SKP KAME

Kondisi kening dan mata Melky Balagaize (19th) yang terbaring di RSUD Merauke – JUBI/SKP KAME

Melky berlari. Namun Yayan, teman Dirham kemudian datang dan ikut mengejar Melky serta melakukan pemukulan ke bagian muka dekat kening mata kanan dengan popor senjata AK laras panjang.

Saat dipukul itu korban sempat melawan, kemudian lari selamatkan diri. Saat itulah korban jatuh lalu tak sadarkan diri. Tetapi Yayan masih sempat mau menendang korban di bagian dada, namun rekan-rekan korban serta warga setempat keburu datang menolong korban.

Melky lalu dilarikan ke Puskesmas Wongikel-Wanam Distrik Ilwayab. Sempat dirawat selama 1 malam di Puskesmas itu oleh Dokter Cimi Rosadi. Pada tanggal 15/9 dokter merujuknya ke RSUD Merauke karena peralatan puskesmas tidak memadai.

Korban lalu diantar ke RSUD Merauke dengan kapal perintis Velentine dan tiba pada tanggal 16/9 pukul 15.00 WIT. Hingga saat ini, korban masih dirawat di ruang VIP RSUD Merauke.

Sebelumnya (16/9) Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Taufiq Irpan Awaludding mengatakan kepada Jubi bahwa korban sedang dibawah pengaruh miras dan membuat keributan dengan membawa senjata tajam berupa parang sambil mengejar warga setempat. “Bahkan, kabel-kabel maupun tiang rumah di sekitar, ikut dipotong,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa wargalah yang melaporkan keributan itu ke Pospol Air di Wanam. Penembakan terjadi, kata dia, karena korban tidak menanggapi himbauan petugas dan justru mengayunkan parang hendak membacok anggota. “Seketika juga, anggota melepaskan tembakan peringatan ke udara,” kata Taufiq Irpan.

Melky Balagaize (19th) ditembak di pantat bagian kiri oleh oknum Polair/Polairud, terbaring di RSUD Merauke – JUBI/SKP KAME

Melky Balagaize (19th) ditembak di pantat bagian kiri oleh oknum Polair/Polairud, terbaring di RSUD Merauke – JUBI/SKP KAME

Kapolres itu juga mengatakan bahwa penembakan dilakukan dengan perluru karet.” Anggota saya sudah bergerak ke Wanam melakukan pemeriksaan terhadap oknum polisi yang menembak warga. Namun demikian, tindakan anggota dengan menembak lantaran ada perlawanan dilakukan menggunakan parang,” kata dia.

Keluarga Mengecam

Melkior Balagaize, ayah korban, mengecam keras penembakan terhadap anaknya tersebut. Dia meminta kedua oknum Polairud tersebut, atas nama Briptu Diram dan Yayan, agar segera diproses secara hukum dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Kepala Kampung Wongikel, Habel Kaize, juga angkat bicara. Dirinya merasa sangat kesal atas tindakan oknum Polairud tersebut. “Peristiwa ini bukan kali ini saja terjadi tetapi sudah berulang kali. Pelakunya adalah Polairud, TNI AL, Polisi,” ujarnya seperti disampaikan Kakak korban, Simon Petrus dalam kronologinya kepada Jubi.

Habel Kaize juga meminta agar Pos Polairud yang ada di wilayah itu segera dicabut, karena menurutnya bukan berfungsi untuk menjaga keamanan melainkan justru membuat masyarakat tidak nyaman.

Minuman keras dibekingi aparat

Kepala kampung itu juga menyesalkan atas maraknya peredaran miras di wilayah itu. Dia menuding TNI dan Polri yang bertugas di sana agar tidak melakukan bisnis miras.

“Karena kami dari aparat kampung sudah berusaha untuk menghilangkan miras, tetapi para penjual minuman itu diback-up oleh aparat TNI dan Polri sehingga minuman keras masih beredar diwilayah itu,” ujarnya.

Menurut kepala kampung, minuman ini didatangkan melalui kapal-kapal ikan yang berasal dari luar Merauke. Dia juga menuding beberapa oknum TNI dan Polri di Wanam melakukan bisnis penjualan minuman keras dengan cara menitipkannya ke warga pendatang non-papua  yang menjual minuman keras disana.

“Sementara yang membeli minuman ini adalah orang Papua, dan orang papua juga yang sering menjadi korban dari oknum TNI dan Polri karena mengkonsumsi minuman keras yang dijual disana,” kata Habel Kaize.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Jelang Aksi Damai 19 September, 21 Anggota KNPB Yahukimo Ditangkap

Selanjutnya

Kasus Paniai Tak Tuntas, Rakyat Tak Percaya Negara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe