Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Serangan bom Samarinda tewaskan bocah 2,5 tahun
  • Senin, 14 November 2016 — 15:28
  • 1798x views

Serangan bom Samarinda tewaskan bocah 2,5 tahun

Salah seorang balita korban ledakan bom di Gejera Oikumene , Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia pada Senin (14/11/2016) sekitar pukul 04.00 WITA akibat menderita luka bakar cukup parah.
Plang gereja Oikumene di Samarinda. Intan Olivia Marbun (2,5) tewas karena serangan bom di gerja tersebut, Minggu (13/11/2016).—tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Samarinda, Jubi - Salah seorang balita korban ledakan bom di Gejera Oikumene , Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal dunia pada Senin (14/11/2016) sekitar pukul 04.00 WITA akibat menderita luka bakar cukup parah.

Korban yang merupakan balita yang bernama Intan Olivia Marbun (2,5) itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie Samarinda karena menderita luka bakar cukup parah yakni mencapai 78 persen. Direktur RSUD AW Sjahranie Samarinda, Rahim Dinata Majidi mengatakan selain menderita luka bakar cukup parah, balita yang menjadi korban bom di Gereja Oikumene itu juga mengalami pembengkakan paru-paru akibat menghirup asap saat terjadi ledakan.

“Luka bakar di atas 45 persen bagi orang dewasa saja sudah tergolong parah, apalagi sampai 78 persen dan ini dialami oleh balita. Korban juga mengalami pembengkakan paru-paru akibat menghirup asap saat terjadi ledakan," ucap Rahim Dinata.

Sementara, satu korban lainnya yakni Triniti Hutahaya (3) yang mengalami luka bakar mencapai 50 persen, saat ini masih dalam perawatan intensif tim dokter. Dua korban lainnya saat ini masih dirawat di RSUD IA Moes. Keduanya menderita luka bakar sekitar 16 persen.

Ledakan bom terjadi di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 03, Nomor 37, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.15 WITA menyebabkan lima orang terluka. Empat diantaranya menderita luka bakar serius dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah IA Moeis Samarinda Seberang.

Empat korban terluka yang dirawat di RSUD IA Moes yang merupakan balita tersebut yakni, Intan Olivia Marbon (2,5), Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4), Triniti Hutahaya (3) serta Anita Kristabel Sihotang (2).

Sementara, terduga pelaku dengan ciri-ciri berambut panjang berhasil ditangkap warga saat hendak melarikan diri dengan cara berenang di Sungai Mahakam. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Bom gereja lukai empat orang

Selanjutnya

Dua petani tewas disambar petir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat