TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Peran perempuan dalam masyarakat adat tak dapat diabaikan
  • Minggu, 03 Juni 2018 — 21:40
  • 696x views

Peran perempuan dalam masyarakat adat tak dapat diabaikan

"Sebagai bagian dari masyarakat adat, perempuan juga punya peran. Tanah, hutan itu juga berkaitan dengan perempuan. Mereka yang selama ini merawat dan mengelola tanah hutan, sehingga menghasilkan hasil bumi untuk keluarga," kata Fien Yarangga, Sabtu (2/6/2018).
Suasana hearing publik anggota DPR Papua 14 kursi dengan masyarakat adat Papua di kantor DAP, Sabtu (2/6/2018) - Jubi/Arjuna.
Arjuna Pademme
[email protected]
Editor : Edho Sinaga

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Salah satu tokoh perempuan Papua, Fien Yarangga mengatakan, perempuan merupakan bagian dalam masyarakat adat Papua, dan peran perempuan tak dapat diabaikan.

"Sebagai bagian dari masyarakat adat, perempuan juga punya peran. Tanah, hutan itu juga berkaitan dengan perempuan. Mereka yang selama ini merawat dan mengelola tanah hutan, sehingga menghasilkan hasil bumi untuk keluarga," kata Fien Yarangga, Sabtu (2/6/2018).

Untuk itu ia berharap, draf rancangan peraturan daerah khusus (raperdasus) masyarakat adat yang kini didorong anggota DPR Papua dari 14 kursi, dapat disahkan menjadi perdasus dan dilaksanakan sungguh-sungguh.

"Hasil dari apa yang digagas DPR Papua ini baik juga bagi perempuan," ucapnya.

Sementara legislator Papua, John NR Gobai mengatakan, draf raperdasus masyarakat adat itu telah ia persiapkan sebelum duduk sebagai anggota DPR Papua.

Bahkan sebelum diambil sumpah sebagai anggota DPR Papua 14 kursi, draf raperdasus tersebut telah diserahkan ke ketua dan wakil ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Papua.

"Ketika itu, wakil ketua Baleg menyatakan sudah masuk program legislasi daerah (prolegda) 2018 dan akan menjadi raperdasus inisiatif DPR Papua," kata Gobai.

Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP) itu menyatakan akan berupaya mendorong raperdasus itu agar disahkan lembaga dewan. Selain meminta dukungan dari masyarakat adat, pihaknya juga terus melakukan lobi-lobi politik dalam internal dewan, baik di fraksi, komisi maupun sesama anggota Baleg untuk mendapat dukungan. (*) 

loading...

Sebelumnya

Peter Butler ikut masuk daftar evaluasi manajemen Persipura

Selanjutnya

PAW almarhumah Maria Kaize tunggu keputusan Kesbangpol

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat