Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Gua Maria Kampung Koa, Merauke menanti diresmikan
  • Jumat, 08 Juni 2018 — 03:20
  • 822x views

Gua Maria Kampung Koa, Merauke menanti diresmikan

"Berbagai persiapan jelang peresmian dan pemberkatan sudah dilakukan masyarakat. Hanya saja, perlu tambahan dukungan dana lagi," katanya.
Ketua panitia pembangunan Gua Patung Bunda Maria, Paulus Basik-Basik (kiri) serta salah seorang panitia Elias Basik-Basik (kanan) – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

MASYARAKAT di Kampung Koa, Distrik Anim Ha, Kabupaten Merauke yang beragama Katolik, sejak lama merindukan adanya Gua Patung Bunda Maria.

Kerinduan tersebut baru terjawab pada 2017 lalu, setelah adanya bantuan dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke senilai Rp 150 juta. Dana tersebut digunakan untuk pengerjaan Gua serta pembelian patung dengan ketinggian sekira dua meter.

Ketua panitia pembangunan Gua, Paulus Basik-Basik saat ditemui Jubi, Kamis 7 Juni 2018, mengatakan sejak beberapa tahun silam, telah ada rencana  pembelian Patung Bunda Maria serta pembangunan gua. Hanya saja, tak bisa dilakukan secara swadaya. Karena melihat juga dengan kondisi kemampuan keuangan warga.

Pada tahun 2016 silam, demikian Paulus, pihaknya bersama beberapa umat mencoba membuat proposal sekaligus mengantar kepada pemerintah dengan harapan dapat dibantu secepatnya.

“Begitu proposal dimasukkan, beberapa minggu kemudian, Bapak Bupati Merauke, Frederikus Gebze langsung merespon dan memberikan bantuan dana senilai Rp 150 juta,” ungkapnya.

Setelah dana dicairkan, panitia kembali ke kampung dan bersama umat sepakat membeli Patung Bunda Maria terlebih dahulu.

“Begitu adanya kesepakatan, dua orang panitia berangkat ke Yogyakarta membeli patung. Sedangkan beberapa datang di kota membeli material guna pengerjaan Gua,” katanya.

Sedangkan untuk tempat pembangunan,  menurutnya telah disediakan yakni di salah satu tanjung yang terpaut kurang lebih 300 meter dari kampung.

Jadi, jelas dia, Gua dibangun terpisah dari kampung. Jika masyarakat hendak ke tempat tersebut, mendayung perahu kurang lebih 15 menit.

Kini pembangunan Gua sudah selesai dikerjakan masyarakat setempat. Begitu juga patung sudah dibeli.

“Atas nama masyarakat di Kampung Koa, kami berterimakasih kepada Bapak Bupati Merauke yang telah membantu memberikan dana, sehingga pembangunan Gua serta pembelian patung, dapat dilakukan dan siap peresmian sekaligus pemberkatan oleh Bapak Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC,” tuturnya.

Berbagai persiapan jelang  peresmian dan pemberkatan sudah dilakukan  masyarakat. Hanya saja, perlu tambahan dukungan dana lagi.

Saat ini bersama salah seorang panitia sedang berada di kota guna berkomunikasi bersama sejumlah pihak agar ada tambahan dana sebagai persiapan peresmian.

Anggota panitia lain,  Elias Basik-Basik mengaku peresmian Gua serta pemberkatan Patung Bunda Maria direncanakan akan dilaksanakan pada 19 Juni 2018 mendatang.

“Memang saat ini patung sudah dimasukkan dalam gua. Tinggal saja menunggu pemberkatan. Masyarakat di sana sangat bergembira dengan hadirnya Gua Patung Bunda Maria, karena sudah lama dirindukan,” ujarnya.

Kehadiran Gua Bunda Maria, menurutnya akan semakin menyadarkan umat untuk tidak lupa datang dan berdoa kapan saja. Sekaligus meminta pengampunan atas segala salah dan dosa yang dibuat.

 “Kami memang berharap patung dan Gua segera diberkati oleh Bapak Uskup. Sehingga umat bisa datang berserah diri sekaligus berdoa,” katanya.

Elias juga mengapresiasi umat di Kampung Koa yang bergotong royong secara bersama untuk menyelesaikan pembangunan Gua.

Elias menjelaskan waktu pengerjaan memakan waktu kurang lebih setahun. “Meskipun agak lama, namun itu adalah atas hasil karya umat Koa sendiri tanpa bantuan  pihak lain,” katanya.

Dia berharap peresmian tepat waktu sesuai tanggal yang telah direncanakan. “Kami sudah bertemu Bapak Bupati Merauke dan beliau memastikan hadir pada saat pemberkatan,” tuturnya.

“Begitu juga Bapak Uskup Agung Merauke serta rohaniawan-rohaniwati lain juga akan hadir. Bagi kami, ini adalah peristiwa yang sangat bersejarah bagi kami. Gua dan patung telah dibangun dan tinggal menunggu pemberkatan,” ujarnya.

Diakui saat ini undangan peresmian dan pemberkatan patung sudah mulai diedarkan. “Saya bersama ketua panitia masih membangun komunikasi bersama beberapa pihak agar mendapatkan dukungan dana lagi. Sehingga kegiatan yang telah dijadwalkan dapat berjalan sesuai harapan,” katanya.

“Saya bersama panitia lain telah berkomitmen tidak membebankan umat di Kampung Koa mengumpulkan uang. Biarlah kami mencari di sini. Karena pasti banyak orang akan membantu,” katanya.

Seorang anggota DPRD Merauke, Hilarius Ulukyanan mengapresiasi umat di Kampung Koa yang telah selesai membangun Gua Patung Bunda Maria.

“Saya kira ini sangat luar biasa yang telah dilakukan umat di sana. Sebagai wakil rakyat, saya ikut memberikan ucapan kepada mereka,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Memaknai kebahagiaan penduduk Papua dalam angka

Selanjutnya

Asosiasi penerbangan tingkatkan keamanan cegah perdagangan manusia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe