Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ibukota
  3. Jika tak peduli, 2050 lautan Indonesia akan dipenuhi sampah bukan ikan
  • Sabtu, 09 Juni 2018 — 14:25
  • 2228x views

Jika tak peduli, 2050 lautan Indonesia akan dipenuhi sampah bukan ikan

Menurut dia, dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam rangka memberikan kesadaran bahaya sampah plastik di masa mendatang.
Ilustrasi sampah yang ada di lautan - Jubi/news.kkp.go.id
ANTARA
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi - Badan di bawah PBB untuk bidang lingkungan, United Nations (UN) Environment menggandeng Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) mengampanyekan antipolusi plastik di Indonesia.

Pendiri IE2I Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan, antipolusi plastik di Indonesia sudah mendesak dilakukan mengingat Indonesia adalah polutan plastik yang cukup besar. Hal ini seperti dalam siaran persnya, pada Sabtu (9/6/2018).

Temuan Bank Dunia, lanjutnya, mengestimasikan masing-masing dari 260 juta penduduk Indonesia bertanggung jawab atas 0,8-1 kg sampah plastik per tahun.

Menurut dia, dibutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam rangka memberikan kesadaran bahaya sampah plastik di masa mendatang.

"Kami sangat antusias menyambut ajakan dari UN Environment ini, sudah saatnya kampanye antipolusi plastik ditingkatkan di Indonesia. IE2I sebagai CSO yang 'concern' dalam isu-isu perubahan iklim bersama Jakartagreener mengangkat tema 'Strategi Melawan Polusi Plastik di Indonesia' yang dirangkai kegiatan 'Rooftop Ramadhan Food and Goods Market' dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Sedunia yang jatuh pada 5 Juni ini," kata Esti didampingi CEO Jakartagreener.e Maria Bianca Vega dalam sambutannya kepada media saat acara di JSC Hive, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Jakartagreener.e sebuah "platform" penyelenggara acara sosial, lingkungan dan kreatif juga memamerkan berbagai produk kerajinan ramah lingkungan (daur ulang) dalam acara tersebut.

"Pengunjung dapat membawa sampah plastik ke lokasi dan selanjutnya akan dikelola Waste4Change, sebuah perusahaan yang memang peduli terhadap sampah plastik," kata Bianca.

Sementara, Pendiri IE2I lainnya Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan sasaran kampanye antipolusi plastik adalah kaum milenial atau anak-anak muda yang memiliki antusiasme terhadap perubahan iklim dan isu urbanisme.

"Kami mengajak anak-anak muda generasi milenial untuk turut serta dan peduli terhadap polusi plastik di Indonesia. Jika anak-anak muda ini sudah turun dan melakukan aksi bersama, maka kita optimistis seluruh elemen masyarakat di Indonesia akan tergerak demi terwujudnya Indonesia bebas sampah 2020," katanya.
 

Menurut dia, ajakan kampanye bagi kaum milenial itu diharapkan semakin viral melalui sosmed yang memang dekat dengan generasi muda, sehingga gaungnya semakin luas dan masyarakat umum semakin banyak terlibat.

"Kami harap generasi milenial sadar terhadap bahaya ancaman limbah plastik dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menyosialisasikan bagaimana bisa mencegah dan mengendalikan limbah plastik di Indonesia ke depan," ujarnya.

Indonesia, sebut Hangga, adalah penyumbang terbesar kedua limbah laut setelah Tiongkok.
"Sementara, Pemerintah Indonesia sudah berkomitmen mengurangi sampah laut sebesar 70 persen pada 2025," imbuh Hangga.

Pada kesempatan yang sama Project Officer Waste4change Pandu Prijambodo mengatakan semua elemen masyarakat harus bisa berkolaborasi membantu pemerintah mencapai targetnya pada 2025.

"Kalau kita tidak melakukan apa-apa, maka tahun 2050 lautan Indonesia akan penuh sampah plastik, bukan ikan lagi," ungkapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Rupiah melemah, Sri Mulyani: BI pasti punya langkah antisipasi

Selanjutnya

Turki krisis, rupiah melemah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6139x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5732x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3841x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe