TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nusa
  3. Mahasiswa Yogyakarta latih petani produksi abon cabai
  • Sabtu, 09 Juni 2018 — 22:19
  • 1315x views

Mahasiswa Yogyakarta latih petani produksi abon cabai

Para petani mampu mengatasi hama pada penanaman cabai secara mumpuni, tetapi saat menjual cabai hasil pertanian mereka ke pasar harganya jatuh.
Ilustrasi, pixabay.com
ANTARA
[email protected]
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Yogyakarta,Jubi - Kelompok mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahaun Alam Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melatih masyarakat Desa Trisik, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuat abon cabai. Pelatihan itu bagian dari kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat.

"Abon cabai adalah salah satu olahan dengan teknik pengeringan baik melalui sinar matahari maupun menggunakan bantuan oven," kata koordinator kelompok mahasiwa Fakultas MIPA UNY, Afifah Syadzaa Affanti di Yogyakarta, Sabtu, (9/6/2018).

Afifah menjelaskan abon cabai dapat disimpan dalam waktu lama dan dapat dimodifikasi menjadi beberapa jenis varian sesuai selera, selain itu abon cabai memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

"Bahan yang diperlukan untuk membuat abon cabai antara lain 500 gram cabai merah keriting, lima siung bawang merah, 10 siung bawang putih, satu sendok makan ketumbar, gula merah, dan garam secukupnya," kata Afifah menjelaskan.

Cara membuat cabai dipisahkan dari tangkainya dan dicuci hingga bersih, kemudian dikeringkan dengan oven menggunakan api kecil hingga benar-benar kering. Setelah benar-benar kering, cabai dihaluskan dengan blender. Sementara itu bawang putih dan bawang merah diiris kecil-kecil dan ditaburi garam agar krispy.

"Setelah itu digoreng hingga kering dan dihancurkan," kata Alifah menambahkan.

Selanjutnya cabai bubuk dan bawang goreng yang sudah dihancurkan ditumis dengan sedikit minyak hingga tercium bau harum dan tambahkan garam, gula, dan penyedap rasa secukupnya. Aduk hingga rata dan terlihat sangat kering (tidak lagi berminyak), kemudian diangkat dan dinginkan.

Menurut dia, bahan tambahan dapat dicampurkan dengan ikan teri kering yang dihancurkan atau bahan kering yang menambah rasa dan aroma seperti daun jeruk yang dihaluskan.

"Pelatihan itu untuk meningkatkan produktivitas olahan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang abon cabai yang lebih bernilai jual tinggi," katanya.

Anggota kelompok mahasiswa Fakultas MIPA UNY, Rida Candra Ningrum, mengatakan Desa Trisik merupakan salah satu daerah dengan penduduk yang mayoritas bertanam cabai dengan hasil mencapai dua ton setiap kali panen.

Para petani mampu mengatasi hama pada penanaman cabai secara mumpuni, tetapi saat menjual cabai hasil pertanian mereka ke pasar harganya jatuh.

"Para petani belum melakukan pengolahan hasil cabainya menjadi produk lanjutan,” kata Rida.

Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara pengolahan hasil pertanian mereka menjadi produk olahan cabai. (*)

loading...

Sebelumnya

Jika tak peduli, 2050 lautan Indonesia akan dipenuhi sampah bukan ikan

Selanjutnya

Lebaran hari pertama, terminal Malalayag Manado sepi penumpang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat