TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Ironis, jenazah TKI tertahan di Malaysia karena biaya
  • Minggu, 10 Juni 2018 — 13:30
  • 573x views

Ironis, jenazah TKI tertahan di Malaysia karena biaya

Ilustrasi, Duka, pixabay.com
ANTARA
[email protected]
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Kuala Lumpur, Jubi - Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jember, Provinsi Jawa Timur, atas nama  Amintyas Wahyudi, 34 tahun masih tertahan di Rumah Sakit Kuala Lumpur Malaysia, karena keluarga kesulitan biaya. Amintyas tercatat warga di Dusun Sumuran RT 002/RW 013 Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Jember Jawa Timur.

"Almarhum adalah TKI yang bekerja di Malaysia yang meninggal karena sakit infeksi virus pada otak," ujar Koordinator Info Warga Jember (IWJ) Malaysia, Imam Wahyudi, di Kuala Lumpur, Minggu (10/6/2018).

Sebelumnya almarhum mendapatkan perawatan intensif di Hospital Kuala Lumpur namun pada akhirnya almarhum meninggal pada tanggal 27 Mei 2018. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk mengambil jenazah dari rumah sakit adalah RM 14 ribu ringgit atau Rp 49 juta.

“Karena itu kami membuka donasi untuk saudara kita tersebut agar segera bisa dimakamkan oleh pihak keluarga," kata Imam menjelaskan.

Dia mengatakan donasi bisa disalurkan melalui Bank Mandiri 143 - 00 - 2061 - 0000 atas nama Info Warga Jember dan CIMB Bank Malaysia 8602891644 atas nama Carmine Falcone.

Project Officer Migrant Care Jember, Bambang Teguh Karyanto, mengaku selumnya mendapatkan laporan dari adik kandung almarhun, Indah Yuliati Ningrum, jika kakaknya dalam kondisi sakit parah di Malaysia sehingga berharap kakaknya bisa segera pulang ke Indonesia.

“Pihak Migrant Care di Kuala Lumpur sempat datang ke Hospital Kuala Lumpur untuk melihat kondisi Aminstyas pada 21 Mei 2018,” kata Bambang.

Saat didatangi kondisi Amintyas dalam keadaan tidak sadar, bahkan dokter memasangkan beberapa alat bantuan pengobatan di badannya. (*)

loading...

Sebelumnya

Paus Fransiskus desak umat Katolik Inggris hapus perdagangan manusia

Selanjutnya

Awas..! limbah plastik ancam ekosistem ikan samudra

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat