Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Mengenal Samudra Pasifik kita
  • Minggu, 10 Juni 2018 — 15:24
  • 529x views

Mengenal Samudra Pasifik kita

Namun, modern ini, manusia memperlakukan samudra kita dengan kurang baik. Samudra ini sedang menghadapi masalah yang besar, dan kita perlu mengambil tindakan mendesak untuk menyelamatkannya.
Samudra Pasifik adalah rumah kita sekarang dan penting untuk masa depan anak-anak dan generasi muda. - Fiji Times/ SUPPLIED/PIFS
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Dame Meg Taylor

Minggu lalu kita semua disadarkan untuk mengenal kembali lautan melalui peringatan global, Hari Laut Sedunia, 8 Juni.

Sebagai masyarakat Kepulauan Pasifik, kita memiliki hubungan yang kuat dengan samudra ini. Sebagian besar totem kita adalah hewan-hewan lautan atau daratan, dan masyarakat Pasifik di daerah pesisir telah menabukan area di sekitar lokasi penangkapan ikan, sebelum dunia luar memasuki wilayah kita. Kita bangga dengan hubungan yang erat dengan alam sekitar.

Namun, modern ini, manusia memperlakukan samudra kita dengan kurang baik. Samudra ini sedang menghadapi masalah yang besar, dan kita perlu mengambil tindakan mendesak untuk menyelamatkannya.

Sebagai penjaga Samudra Pasifik, lautan terbesar di planet ini, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menyelesaikan persoalan ini - untuk diri kita sendiri dan untuk anak-anak kita dan generasi masa depan.

Untuk semua anak-anak dan generasi muda di benua biru Blue Pacific kita, saya sarankan, kenali samudra kalian. Samudra ini adalah sumber kehidupan bagi banyak masyarakat kita. Aktivitas manusia telah merusak sumber daya alam laut kita, dan kita harus bertindak sekarang.

Berbagai jenis limbah bertebaran di lautan kita

Setiap tahunnya, manusia membuang sampah langsung ke saluran-saluran air dan sungai-sungai, tanpa berpikir dua kali tentang apa yang akan terjadi kepada sampah mereka setelah itu. Sebagian besar dari sampah ini berakhir di lautan, di mana, contohnya, lebih dari delapan (8) juta ton sampah plastik yang berbahaya untuk alam berlabuh setiap tahun.

Lima lautan di seluruh permukaan bumi ini telah disamakan sebagai ‘paru-paru’ planet kita. Untuk kita, komunitas negara-negara kepulauan di lautan ini, Samudra Pasifik adalah sumber makanan dan pemasukan kita; lautan ini juga telah menghubungkan komunitas kita di masa lalu, dan terus menghubungkan kita sampai hari ini.

Gelombang samudra kita ini mencapai pinggiran pantai di empat benua. Riak-riak ini yang membawa sampah hingga tiba di tengah lautan kita.

Berbagai studi telah membenarkan bahwa 90 persen dari tumpukan sampah yang terlihat mengambang di Samudra Pasifik, adalah limbah plastik berbahaya. Polutan kategori lainnya yang tidak terlihat mencakup limbah saluran pembuangan, limpasan pupuk dari pertanian, dll.

Selain itu limbah nuklir adalah jenis polutan lainnya yang harus dihadapi oleh kita dan alam kita di kepulauan Pasifik. Ada beberapa negara anggota Forum Kepulauan Pasifik, yang sampai sekarang masih terus menghadapi permasalahan yang sama dengan limbah warisan uji coba nuklir, sejak masa perang dunia.

Kita adalah Samudra Pasifik kita

Kita memiliki keterikatan yang erat dengan Samudra Pasifik. Praktik-praktik budaya dan bahasa-bahasa kita, negara-negara di Pasifik, memiliki sejumlah kesamaan: asimilasi ini dapat terjadi karena lautan memfasilitasi hubungan antara leluhur kita, dan sekarang lautan ini juga memanggil kita, sebagai individu dan komunitas, untuk berupaya sekeras mungkin untuk mengembalikan Pasifik dari keadaan buruk yang dialaminya sekarang.

Selama ini topik lautan sering menjadi pembahasan utama dalam pertemuan-pertemuan Forum Kepulauan Pasifik; bahkan, Konvensi PBB tentang Hukum Laut adalah tema diskusi dalam pertemuan pertama Forum PIF yang bersejarah pada 1971.

Melalui Forum kita, kawasan Pasifik memiliki sistem pengelolaan samudra yang kolaboratif dan terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Kawasan Pasifik juga memiliki dua instrumen kebijakan terkait samudra Pasifik, yang didukung oleh hampir semua Pemimpin Pasifik: Kebijakan Kelautan Regional Kepulauan Pasifik Pacific Islands Regional Ocean Policy (2002) dan Kerangka kerja untuk Oceanscape Pasifik, Framework for a Pacific Oceanscape (2010).

Kebijakan tersebut mendorong ‘pembangunan berkelanjutan, pengelolaan dan konservasi sumber daya alam laut dan pesisir di wilayah Pasifik’, melalui lima prinsip-prinsip panduan berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Sementara itu, kerangka kerja di atas, di antara tujuan lainnya, juga mendirikan dan membentuk serta mengatur peran dari Komisaris Pacific Ocean Commissioner.

Pemimpin-pemimpin kita di Pasifik, sejauh ini telah memainkan peran yang signifikan dalam memimpin, dan memajukan kebijakan lautan global; kita menemukan kepentingan umum yang menghasilkan praktik terbaik global, sebagaimana tercermin dalam SAMOA Pathway, serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang fokus pada Lautan (SDG14).

Sebagai salah satu badan di bawah dewan organisasi-organisasi regional Pasifik Council of Regional Organisations of the Pacific (CROP), kita terus berupaya untuk memfasilitasi agenda pembangunan Pasifik. Saya mengakui peran penting mitra-mitra pembangunan, yang terus mendukung realisasi dari aspirasi pembangunan yang akan membawa perubahan positif, bagi semua masyarakat Pasifik.

Mari jaga Samudra Pasifik kita

Saya memanggil kita semua untuk berjanji janji hari ini, dalam menjaga lautan kita agar tetap sehat.

Kita semua berbagi satu samudra, kita semua menerima manfaat dan keuntungan yang dimilikinya, mulai dari makanan di meja kita hingga ekonomi kita sebagai anggota-anggota PIF, dan saya percaya kita semua harus mengambil tanggung jawab atas keberlanjutannya.

Saya memohon secara khusus kepada anak-anak dan generasi muda kita: berusahalah secara proaktif untuk menjaga lautan kita agar sehat. Kalian bisa berjanji untuk berhenti menggunakan produk-produk yang tidak dapat didaur ulang, seperti plastik sekali pakai. Alternatif yang lebih berkelanjutan dapat berupa keranjang anyaman untuk belanja.

Mari kita semua bekerja bersama untuk melestarikannya. Dukung upaya-upaya perlindungan dan konservasi di komunitas dan negara masing-masing.

Ini mungkin kelihatan seperti tanggung jawab yang terlalu besar, tetapi ini adalah salah satu tanggung jawab untuk kita perjuangkan bersama-sama. Gelombang perubahan dari pantai-pantai kita telah menbawa dampak global sebelumnya, sekarang kita bisa melakukan hal yang sama untuk lautan kita, dan identitas Blue Pacific kita. (The Fiji Times)

Dame Meg Taylor adalah Sekretaris Jenderal Forum Kepulauan Pasifik, dan juga Komisaris dari Pacific Ocean Commissioner. Pandangan penulis yang diungkapkan dalam kolom ini adalah pandangannya dan bukan milik The Fiji Times.

loading...

Sebelumnya

Jumlah mahasiswa kedokteran asal Pasifik meningkat

Selanjutnya

Jaringan solidaritas West Papua buka desk baru di Selandia Baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe