Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ibukota
  3. Pelaku bom Samarinda terkait jaringan Anshori
  • Selasa, 15 November 2016 — 15:26
  • 1300x views

Pelaku bom Samarinda terkait jaringan Anshori

Kepolisian Republik Indonesia telah mengamankan pelaku pengeboman gereja Oikumene di Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur.
Petugas berjaga-jaga di lokasi pengeboman Gereja Oikumene. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi – Kepolisian Republik Indonesia telah mengamankan pelaku pengeboman gereja Oikumene di Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur. Pelaku berinisial J itu diduga terkait jaringan teroris kelompok JAD Kalimantan Timur yang memiliki koneksi dengan jaringan Anshori Jawa Timur.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan bahwa polisi akan mendalami motif dan kegiatan J terkait pelemparan bom molotov tersebut. Ledakan bom molotov itu menewaskan seorang balita bernama Intan Olivia Marbun (2,5).

Dari Padang Pariaman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menyebutkan pemerintah sedang berupaya memulihkan mental keluarga Intan Olivia Marbun (2,5) yang menjadi korban.

“Pascakejadian memilukan tersebut kementerian langsung mengadakan koordinasi bersama Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kalimantan Timur untuk memberikan penguatan mental kepada keluarga korban," katanya di Padangpariaman, Selasa (15/11/2016).

Ia mengatakan kementerian juga terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif dari peristiwa yang menewaskan seorang bocah tersebut. “Setiap anak Indonesia dijamin dan dilindungi itu sangat jelas diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 B ayat empat yang berbunyi negara melindungi setiap anak, hak dan tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat agar dapat belajar dan mengambil hikmah dari insiden yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Hal positif yang harus disikapi seperti keluarga, pihak sekolah, pemerintah harus lebih sigap dan tegas dalam melindungi anak-anak. “Mereka adalah anak Indonesia, masa depan mereka juga tergantung kepada kita semua, oleh sebab itu harus selalu dijaga dan dilindungi,” jelasnya.

Ke depan beberapa antisipasi yang harus dilakukan semua pihak di antaranya sosialisasi, upaya preventif, dan gotong royong dari segala lini. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Jawa alami krisis air

Selanjutnya

Ahok jadi tersangka tapi tidak ditahan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe