Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Afghanistan umumkan gencatan senjata selama libur lebaran
  • Selasa, 12 Juni 2018 — 17:41
  • 580x views

Afghanistan umumkan gencatan senjata selama libur lebaran

Gencatan senjata dilakukan terhitung selama libur lebaran mulai 12 hingga 20 Juni mendatang.
pixabay.com
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta,Jubi-Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, mengumumkan gencatan senjata dengan gerilyawan Taliban selama liburan Idul Fitri tahun ini. Gencatan senjata dilakukan terhitung selama libur lebaran mulai 12 hingga 20 Juni mendatang.

"Gencatan senjata akan berlaku dari hari ke-27 Ramadan sampai hari kelima setelah Idul Fitri," tulis Ghani melalui Twitternya, Kamis, (7/6/2018).

Gani menjelaskan gencatan senjata yang ia berlakukan sebagai kesempatan bagi Taliban untuk introspeksi bahwa kampanye kekerasan tidak memenangkan hati dan pikiran. “Malahan makin jauh mengasingkan mereka," kata Gani menambahkan.

Ia menyebut gencatan senjata selama libur hari besar umat Islam itu melambangkan kekuatan pemerintah dan kehendak rakyat untuk resolusi damai atas konflik Afghanistan. Meski belum jelas apakah Taliban menyetujui gencatan senjata tersebut, namun jika terlaksana ini akan menjadi gencatan senjata pertama antara kedua belah sejak invasi Amerika Serikat 2001.

Sikap menghentikan perang sejenak selama lebaran itu mengejutkan, sebuah keputusan beberapa hari setelah para ulama terkemuka berkumpul di Ibu Kota Kabul demi menyerukan gencatan senjata. Para tokoh agama itu juga mengeluarkan fatwa bahwa serangan bom bunuh diri seperti yang kerap dilakukan Taliban adalah haram.

Namun fatwa para ulama itu nampaknya tak menghentikan teror Taliban. Hal itu dibuktikan masih muncul bom bunuh diri terjadi di depan gedung pertemuan para ulama hingga menewaskan tujuh orang, tepat satu jam setelah fatwa keluar.

Gani menyatakan pemerintah Afghanistan tidak hanya mendukung pengumuman fatwa ulama dengan suara bulat, tapi juga mendukung rekomendasi para tokoh yang menyerukan gencatan senjata.

"Di saat yang sama, pemerintah Afghanistan memerintahkan semua pasukan keamanan dan pertahanan negara menghentikan serangannya terhadap Taliban," katanya.

Namun Ghani memastikan gencatan senjata ini tidak menghentikan operasi perlawanan pemerintah terhadap kelompok teroris seperti ISIS dan Al Qaidah.

Tercatat selama ini presiden Ghani sudah beberapa kali mencoba berdialog dengan Taliban. Pada Februari lalu misalnya, dia telah mengumumkan rencana menggelar pembicaraan damai dengan Taliban, termasuk mengakui kelompok itu sebagai partai politik.

Saat itu Ghani juga menyerukan gencatan senjata. Namun, hingga kini Taliban belum secara resmi menjawab tawaran pemerintah tersebut.

Sementara itu juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyatakan segera mengumumkan gencatan ke pejabat terkait, mensikapi  keputusan pemerintah Afghanistan.

"Kami sedang memastikan pengumuman gencatan senjata itu kepada para pejabat terkait," kata Zabihullah Mujahid. (*)

loading...

Sebelumnya

Rufina Pekey, Perempuan Papua yang ulet

Selanjutnya

Masyarakat Majene tolak bagi hasil Migas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe