Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Mahasiswa Unej lestarikan kesenian Patrol
  • Selasa, 12 Juni 2018 — 19:20
  • 587x views

Mahasiswa Unej lestarikan kesenian Patrol

Kegiatan Karnaval Musik Patrol sudah memasuki usia 18 tahun itu sengaja mengambil tema "Kentongan Wolulas" atau kentongan yang ke delapan belas.
ilustrasi, alat musik tradisional, pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jember, Jubi - Unit Kegiatan Mahasiswa bidang kesenian Universitas negeri Jember (Unej) melestarikan kesenian tradisional musik Patrol dengan cara menggelar Karnaval Musik Patrol pada Sabtu malam (9/6/2018) hingga Minggu dini hari menjelang sahur. Kegiatan Karnaval Musik Patrol sudah memasuki usia 18 tahun itu sengaja mengambil tema  "Kentongan Wolulas" atau kentongan yang ke delapan belas.

"Setiap tahun kami rutin mengadakan karnaval musik patrol di Jember sebagai upaya kepedulian mahasiswa Unej melestarikan kesenian tradisional yang sudah tidak lagi diminati generasi muda," kata Ketua Panitia Karnaval Musik Patrol UKM Kesenian Unej, Afif Jauhari, Minggu (10/6/2018)

Afif menyebut karnaval tersebut merupakan tradisi tahunan dengan tujuan untuk memberikan ruang kepada pelaku seni tradisional, khususnya seniman musik patrol dalam mempertahankan eksistensinya di Jember.

Mahasiswa ingin membuktikan kampusnya peduli terhadap kesenian musik patrol, sehingga setiap tahun UKM Kesenian selalu menyelenggarakan karnaval agar lebih memasyarakatkan kesenian  di kalangan mahasiswa Jember.

Ia berharap kegiatan tahunan karnaval musik patrol mampu menjadikan masyarakat lebih mencintai kesenian tradisional  yang selama ini menjadi tradisi membangunkan publik Jember saat makan sahur.

"Kami juga sangat berharap dukungan pemerintah kabupaten menjadikan musik patrol sebagai salah satu ikon kota Jember, sehingga kesenian tradisional tersebut tetap eksis untuk mendukung pariwisata daerah," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Arif Tjahyono, menyambut baik kegiatan musik patrol yang sudah digelar. Karnaval yang sudah terjadi selama 18 tahun oleh UKM Kesenian Unej, mendapat perhatian kalangan muda dan masyarakat.

"Kegiatan karnaval patrol di Jember tentu akan mendukung sektor pariwisata di Jember khususnya di bulan Ramadhan," kata Arif.

Arif  mengaku bangga terhadap generasi muda yang masih peduli terhadap kesenian yang selama ini  menjadikan kentongan sebagai alat musik utama.

"Karnaval musik patrol tidak hanya mempertahankan eksistensi seniman musik patrol untuk berkarya, namun perajin kentongan juga akan semakin eksis memproduksi," katanya.  (*)

loading...

Sebelumnya

Nelayan Sergai terapkan aplikasi pendukung berburu ikan

Selanjutnya

Asosiasi penerbangan tingkatkan keamanan cegah perdagangan manusia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat