Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Pertama kali, ada festival bedug di Nabire
  • Selasa, 12 Juni 2018 — 20:20
  • 843x views

Pertama kali, ada festival bedug di Nabire

Kegiatan seperti ini tentunya tidak hanya sampai di sini saja, namun bisa berkesinambungan.
Wakil Ketua I Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nabire Suyono, saat membuka Festival bedug di Nabire. Selasa (11/6/2018) - Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Nabire, Jubi – Wakil Ketua I Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nabire Suyono, mengatakan festival bedug sebagai ajang silahtuhrami dan mengembangkan bakat dalam memukul bedug.

“ini biar dijadikan ajang kembangkan bakat dalam memukul bedug,” ujar Wakil Ketua I Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nabire Suyono. Selasa 912/6/2018).

Sehingga perlu disosialisasikan kepada generasi muda di kabupaten Nabire melalui organisasi – organisasi Islam yang ada.

Karena, di wilayah barat di luar Papua, festival bedug sudah tidak asing lagi. namun di Papua khususnya Nabire, hal ini baru pertama kalinya diadakan.

“Maka kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh pemuda Islam,” katanya.

Kami berharap kegiatan – kegiatan seperti ini tentunya tidak hanya sampai di sini saja, namun bisa berkesinambungan.

“Semoga kegiatan seperti ini, ke depan terus dan rutinkan. tidak hanya pada waktu bulan Ramadan, tetapi pada momen – momen tertentu atau hari – hari besar Islam bisa selalu diadakan,” harapnya.

Ketua panitia Festival, Rudi Letsoin mengatakan kegiaatan tersebut dilaksanakan oleh berbagai organisasi kepemudaan Islam seperti BKPRMI, IPPS, MTMA, Anfkrungan dan Khalifah. Yang tergabung dalam Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Nabire. 

Festival Bedug menurut Rudi dilaksanakan dalam rangka menyambut hari raya idul 1439 H.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap Allah SWT dan memberikan kegiatan positif bagi masyarakat, khususnya pemuda Islam.

“Selain itu juga sebagai wadah kaum muda untuk mengembangkan kreatifitas dan pola pikir yang maju serta menumbuhkan kesadaran akan hidup sosial dan beribadah,” katanya.

Festival tersebut berlansung selama sehari yang diikuti oleh 10 peserta dari 10 PKM.

Kata Rudi, Festival bedug 1439 H tahun 2018, karena keterbatasan sosoalisasi dan kegiatannya mendadak sehingga peserta hanya 10 peserta.

“Akan tetapi kami harap dan yakin, ke depan peserta pasti lebih meningkat,” ujarnya. Keluar sebagai juara dalam ajang ini adalah peserta warga binaan Lapas Kelas II Nabire.

Kepala LP Kelas IIB Nabire, Sopian mengatakan sangat mengapresiasi warga binaannya yang menjuarai ajang tersebut.

“Saya apresiasi dan ini membuktikan mereka mampu berkarnya, walaupun di dalam kurungan,” ujarnya.

Ajang tersebut, menurutnya  sangatlah positif mengingat pembinaan yang selama ini dilakukan melalui berbagai bidang termasuk keagamaan.

“Harapannya, sekembalinya mereka dari lapas, bisa membaur dengan masyarakat dan berhenti melakukan hal – hal yang bertentangan dengan hukum,” (*).

 

 

loading...

Sebelumnya

KOPENA ajak anggotanya belajar toleransi di pondok pesantren

Selanjutnya

Legislator Papua duga ada permainan dalam proses penangkapan WNA

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe