Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kepulauan Marshall hadiri KTT G7, bahas penangkapan ikan ilegal Pasifik
  • Rabu, 13 Juni 2018 — 12:54
  • 620x views

Kepulauan Marshall hadiri KTT G7, bahas penangkapan ikan ilegal Pasifik

Presiden Hilda Heine menyerukan hal ini dalam pernyataannya, saat pertemuan KTT G7 minggu lalu di kota Quebec, Kanada, di mana dia bertemu dengan para pemimpin dari tujuh negara terbesar di dunia.
Hilda Heine (kiri) disambut oleh PM Kanada Justin Trudeau di KTT G7. -RNZI/ AFP
Elisabeth Giay
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Quebec, Jubi - Kepulauan Marshall telah meminta Kanada, untuk kembali mengadakan pertemuan dengan menteri-menteri G7 dan Kepulauan Pasifik yang relevan, sebelum akhir tahun ini, untuk membahas penangkapan ikan ilegal di Pasifik.

Presiden Hilda Heine menyerukan hal ini dalam pernyataannya, saat pertemuan KTT G7 minggu lalu di kota Quebec, Kanada, di mana dia bertemu dengan para pemimpin dari tujuh negara terbesar di dunia.

“Perikanan adalah masa depan ekonomi kita. Meskipun wilayah Kepulauan Pasifik menyimpan lebih dari separuh stok tuna sedunia, kita hanya mendapat keuntungan kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. ”

Penangkapan ikan ilegal bernilai AS $ 660 juta terjadi setiap tahunnya di perairan kita - seperempat dari nilai industri perikanan kami, kata Presiden Heine.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin G7 Heine menekankan , “negara-negara di balik penangkapan ikan ilegal ini merampok kita (wilayah Kepulauan Pasifik ) dan juga merampok kalian.”

“Untuk negara dengan ekonomi kecil seperti kita, ini lebih dari sekadar pencurian. Kita mendesak G7 untuk mengambil tindakan yang efektif untuk menangani para pelaku”.

Pemimpin Kepulauan Marshall itu juga menggunakan intervensinya, untuk meminta negara-negara G7 agar melarang penggunaan produk plastik sekali pakai, yang bertebaran di perairan dan pantai-pantai Pasifik.

Dia mengatakan negara kepulauan kecilnya sendiri, dan semakin banyak negara Pasifik lainnya sudah mulai melarang penggunaan kantung plastik.

“Tetapi itu belum cukup,“ kata Presiden Heine. (PINA)

loading...

Sebelumnya

Survei tunjukkan Fiji siap dipimpin PM perempuan

Selanjutnya

Apakah Hela akan menjadi Bougainville berikutnya?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat