Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Proyek tak dibayar, kontraktor Biak ancam demo
  • Rabu, 13 Juni 2018 — 14:08
  • 1506x views

Proyek tak dibayar, kontraktor Biak ancam demo

Selain rencana demo, para kontraktor telah bertekad untuk tidak memilih (golput) di Pilkada 27 Juni nanti. Pernyataan tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemda Biak yang selama ini hanya memberikan janji-janji.  
Ketua Lembaga Adat (LMA) Kabupaten Biak Numfor, Yulius Steven Rawar - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sejumlah kontraktor di Kabupaten Biak Numfor berencana menggelar demo besar-besaran di Kantor Bupati setempat, akibat tak kunjung dibayarnya nilai proyek yang dikerjakan pada kegiatan tahun anggaran 2015, 2016 dan 2017 lalu.

"Terlepas dari kepentingan politik, saya minta pemerintah segera selesaikan pembayaran hak-hak para kontraktor, apalagi sebagian besar mereka akan merayakan Idul Fitri. Hal ini guna menghindari asumsi negatif jelang pilkada 27 Juni 2018 nanti," kata Ketua Lembaga Adat (LMA) Kabupaten Biak Numfor, Yulius Steven Rawar, di Jayapura, Rabu (13/6/2018).

Selain rencana demo, para kontraktor telah bertekad untuk tidak memilih (golput) di Pilkada 27 Juni nanti. Pernyataan tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemda Biak yang selama ini hanya memberikan janji-janji.  

"Tiga hari lalu mereka datang sampaikan aspirasi ini ke LMA. Jika pemerintah ada pendapat lain ada baiknya dalam waktu dekat (sebelum lebaran) mengundang lembaga adat dan kontraktor untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini," ujarnya. 

Menurutnya, kontraktor yang datang mengadu ke LMA sekitar 60 orang lebih dan rata-rata mendapat pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum. Sementara berdasarkan aspirasi yang masuk, hal yang sama juga dialami para kontraktor yang mendapat pekerjaan pada dinas-dinas lainnya. 

"Saya rasa pemerintah adalah manusia, sama seperti para kontraktor sehingga memiliki hak yang sama. Oleh karena itu, kami dari LMA berharap dalam waktu dekat bisa segera di proses untuk pembayaran," kata Rawar.

Rawar mengatakan, sebelumnya para kontraktor sudah lebih dulu bertemu dengan pihak Pemda, namun pemerintah tidak bisa memastikan kapan semua pekerjaan akan dibayar, padahal sebagian besar pekerjaan sudah selesai 100 persen. 

"Untuk itu, saya minta dengan hormat pemerintah bisa segera menyelesaikan hak-hak para kontraktor. Apalagi kami ketahui anggaran besar ada pada pemerintah, tapi implementasi di lapangan ternyata masih ada masyarakat yang berteriak (mengeluh) tentang hak-hak mereka," katanya.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membenarkan adanya beberapa kontraktor yang mendatangi Mapolda Papua untuk melaporkan apa yang dialami mereka.

"Meraka datang melapor karena ada pekerjaan beberapa tahun yang lalu masih belum terselesaikan adminitrasi dan pembayarannya. Untuk itu, saat ini sedang ditangani oleh kriminal khusus (Krimsus) Polda Papua," kata Kamal.

Untuk menindaklanjuti itu, dalam waktu dekat reserse kriminal khusus akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, karena semua harus melalui audit, mulai dari berapa persen yang sudah berjalan hingga bagaimana proses kerja, lelang dan sebagainya.

"Prosedur hukum akan dijalankan, karena dari situ akan jelas siapa yang bersalah, siapa tidak. Apakah nantinya apa yang dilakukan penjabat bupati Biak salah atau tidak. Intinya kepolisian hanya menjadi jembatan menuju proses keadilan, jadi kami sedang dalami ini mengingat kejadian ini sudah berapa tahun yang lalu," pungkasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Tersangkut korupsi, Kadis PU Papua diganti usai Idul Fitri

Selanjutnya

Enam pemasok amunisi dibekuk Polisi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe