Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Legislator Papua duga ada permainan dalam proses penangkapan WNA
  • Rabu, 13 Juni 2018 — 15:24
  • 1464x views

Legislator Papua duga ada permainan dalam proses penangkapan WNA

"Saya minta imigrasi proses mereka dan Gubernur Papua agar mencabut ijin PT.PMJ tersebut," katanya.
Legislator Papua, John NR. Gobai - Jubi/Ist.
Titus Ruban
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Nabire, Jubi – Legislator Papua, John NR Gobai menduga ada permainan pihak imigrasi dalam proses deportasi sejumlah Warga Negara Asing (WNA) yang berada di Nabire. Ini menyusul ditangkapnya 12 WNA oleh pihak imigrasi Timika di bantaran sungai Musairo, yang berada di sekitar areal tambang yang dieksplorasi oleh PT. Pasifik Maining Jaya (PMJ).

Menurut Gobai, persoalan WNA yang beraktivitas di Nabire sebenarnya sudah pernah ia sampaikan ke Polda Papua. Namun tak ada tanggapan serius. Padahal jika dilihat, PT. PMJ sebagaimana izin dari dari pihak Provinsi Papua hanya diizinkan untuk mengambil sampel. Namun fakta di lapangan menunjukkan PT. PMJ justru melakukan eksploitasi dengan menjalankan operasi produksi Emas.

“Saya sering ke Nabire dan saya telah lakukan pantauan ke mosairo dan bertemu WNA yg bekerja di areal PT.PMJ, Karena ini tindakan pidana sesuai UU No 4 tahun 2009, maka kami pernah minta pak Kapolda memerintah bidang yang berwenang dan Kapolres Nabire untuk menghentikan kegiatan dan memproses oknum pemilik ijin dan kontraktor tersebut (PT PMJ) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perlu diketahui kegiatan ini juga akan merugikan negara," katanya saat dihubungi, Selasa (12/6/2018).

Gobai mengatakan, selain pelanggaran tersebut, Ia juga menduga adanya penyalahgunaan izin dengan aturan perundangan UU No 4 Tahun 2009 atau dengan kata lain izin jual.

"Saya minta imigrasi proses mereka dan Gubernur Papua agar mencabut ijin PT.PMJ tersebut," katanya.

Jubi telah berusaha menghubungi Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura Jesaja Samuel Enock. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban yang disampaikan pihak imigrasi. Informasi yang diperoleh Jubi, saat ini masih ada 22 orang WNA di Nabire. (*)

loading...

Sebelumnya

Pertama kali, ada festival bedug di Nabire

Selanjutnya

MUI Nabire : Tidak ada takbir keliling

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe