Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Panwas Paniai diduga tak independen, mahasiswa dan pemuda demo ke Bawaslu
  • Rabu, 13 Juni 2018 — 15:55
  • 1432x views

Panwas Paniai diduga tak independen, mahasiswa dan pemuda demo ke Bawaslu

"Berhenti menjadi tim sukses Hengky Kayame. Ada oknum Panwas Paniai yang kami duga mendukung salah satu bakal paslon tertentu,” kata Kobepa.
Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Meepago Kabupaten Paniai menggelar demo damai di depan kantor Bawaslu Papua, di sekitar Taman Imbi, Kota Jayapura, Rabu (13/6/2018) - Jubi/Arjuna Pademme.
Arjuna Pademme
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Ratusan mahasiswa dan pemuda dari Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Meepago Kabupaten Paniai menggelar demo damai di depan kantor Bawaslu Papua, di sekitar Taman Imbi, Kota Jayapura, Rabu (13/6/2018).

Hal ini akibat, Panwas Paniai diduga tak independen dalam mengawal pelaksanaan pilkada di wilayah itu.

Mahasiswa dan pemuda menduga, Panwas Paniai berpihak pada pasangan calon (paslon) tertentu, karena merekomendasikan kepada KPU setempat kembali menetapkan bakal calon bupati petahana, Hengky Kayame yang berpasangan dengan bakal calon wakil bupati, Yeheskiel Tenouye sebagai paslon peserta pilkada Paniai, meski telah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Paniai saat pleno penetapan pekan lalu.    

Koordinator aksi, Otniel Kobepa dalam orasinya mengatakan, pihaknya menghormati keputusan KPU Paniai, sehingga meminta Panwas setempat bersikap netral.

"Berhenti menjadi tim sukses Hengky Kayame. Ada oknum Panwas Paniai yang kami duga mendukung salah satu bakal paslon tertentu,” kata Kobepa.

Menurut Kobepa, dalam beberapa kesempatan, pihak Panwas Paniai kedapatan bersama bakal calon bupati petahana. Bahkan hingga kini pihak pengawas pilkada di Paniai terus berupaya agar yang bersangkutan dapat ikut pilkada, 27 Juni 2018 mendatang, meski sudah dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) oleh KPU Paniai dan menetapkan paslon Meki Nawipa-Oktopianus Gobai sebagai calon tunggal.

Dengan berbagai dugaan itu, massa mendesak Bawaslu Papua mengganti oknum anggota Panwas Paniai yang diduga menyalahi sumpah jabatannya. Bersikap tidak netral dalam melaksanakan tugas.

"Dalam bekerja, Panwas harus independen, netral dan bebas dari kepentingan politik,” ucapnya. 

Dalam demo itu, massa hanya ditemui para staf, lantaran tiga komisioner Bawaslu Papua kini berada di Timika, terkait pelaksanaan tahapan pilkada di wilayah itu. 

Usai membacakan dan menyarahkan pernyataan sikapnya kepada staf Bawaslu Papua dengan harapan dapat diberikan ke komisioner Bawaslu agar ditindaklanjuti, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Aksi demo terkait pelakasanaan pilkada Paniai itu merupakan yang kedua kalinya dalam pekan ini. 

Sebelumnya, Senin (11/6/2018), massa yang menamakan diri Forum Peduli Demokrasi Paniai – Papua (FPDP-P) juga menggelar demo di halaman kantor KPU dan Bawaslu Papua, dengan tuntutan agar kedua lembaga itu membatalkan SK Nomor 31 yang dikeluarkan KPU Paniai terkait penetapan calon tunggal dalam pilkada setempat. 

Ketua FPDP-P, Thobias Bagubau ketika itu mengatakan, pihaknya menilai keputusan KPU Paniai, 7 Juni 2018 menggugurkan bakal paslon Hengky Kayame-Yeheskiel Tenouye menyalahi aturan.

Menurutnya, kasus piutang Hengky Kayame yang dijadikan dasar KPU setempat untuk menggugurkan yang bersangkutan dan pasangan bakal calon wakilnya, sudah selesai melalui putusan Pengadilan Negeri Niaga Makassar Nomor W22-UI/3080/HK.03/06/2018, tertanggal 8 Juni 2018 yang menyatakan perkara pailit

Hengky Kayame telah berakhir demi hukum.

"Ya putusan KPU Paniai itu kami anggap keluar dari aturan undang-undang dan Peraturan KPU (PKPU),” kata Thobias Bagubau ketika itu. 

Komisioner KPUD Paniai bidang hukum, Zebulon Gobai mengatakan, pihaknya menerima bukti pembayaran oleh Hengky Kayame kepada kurator yang dibentuk Pengadilan Niaga Makassar, 8 Juni 2018 atau sehari setelah penetapan.

Bukti pembayaran itu tidak diserahkan langsung ke KPU Paniai, namun melalui KPU Papua.  Menurutnya, lantaran bukti itu diterima setelah penetapan, sehingga pihaknya tidak mungkin melakukan pleno ulang. Bukti itu tidak memungkinkan dijadikan dasar menetapkan kembali pasangan Hengky Kayame-Yeheskiel Tenouye sebagai paslon pilkada Paniai.

 "Kami sudah berupaya membangun komunikasi untuk mengkonfirmasi penyelesaian hutang tersebut, sebelum pleno penetapan, tapi tidak direspon," kata Zebulon Gobay akhir pekan lalu. 

Tidak semua bakal calon yang gugur dalam pilkada Paniai mempermasalahkan putusan KPU setempat. Dua bakal calon dari jalur perseorangan, Yehuda Gobai dan Naftali Yogi menyatakan mendukung keputusan KPU setempat menetapkan paslon tunggal.

"Kami dukung keputusan KPU itu dan berharap keputusan ini final. Tidak perlu saling gugat lagi," kata Yehuda Gobai awal pekan ini.

Hal yang sama dikatakan bakal calon Bupati Paniai lainnya, Naftali Yogi. Menurutnya, jangan ada masalah yang muncul karena kepentingan pribadi yang dapat mengorbankan rakyat Paniai.

Kata mantan bupati Paniai dua periode sebelumnya itu, pihaknya berkomitmen pilkada Paniai berlangsung aman dan lancar sesuai tahapan.

"Kami sepakat satu calon, pasangan Meki Nawipa-Oktopianus Gobai. kami mendukung itu," kata Naftali Yogi. (*)

 
 

loading...

Sebelumnya

Lanny Jaya, pintu masuk membongkar sindikat minol di Peguteng

Selanjutnya

17 tahun tanpa kejelasan, SOS Papua desak Presiden tuntaskan kasus Wasior berdarah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe