Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Sudah dua tahun, Taman Burung dan Anggrek tak terakomodir
  • Selasa, 15 November 2016 — 18:35
  • 570x views

Sudah dua tahun, Taman Burung dan Anggrek tak terakomodir

“Untuk operasional mereka di Biak ada di bawah kami (di Provinsi Papua) seperti air, listrik dna lainnya. Tapi, untuk usulan anggaran kita biaya burung dan anggrek itu tidak terakomodir sudah dua tahun berturut-turut,” kata Jan Jap L. Ormuseray ketika dikonfirmasi Jubi, Senin, (14/11/2016).
Papan nama Taman Burung dan Anggrek di Biak - IST
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Dominggus Mampioper

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas (Kadin) Kehutanan dan Konservasi Provinsi Papua, Jan Jap L. Ormuseray mengatakan, untuk menunjang operasional di UPTD Taman Burung dan Taman Naggrek (TBTA) sudah tidak pernah terakomodir salama dua tahun lebih. UPTD ini didukung oleh sarana dan prasarana penunjang seperti kantor, gedung laboratorium, gedung karantina, MCK, sangkar burung serta berbagai jenis burung endemik Papua.

“Untuk operasional mereka di Biak ada di bawah kami (di Provinsi Papua) seperti air, listrik dna lainnya. Tapi, untuk usulan anggaran kita biaya burung dan anggrek itu tidak terakomodir sudah dua tahun berturut-turut,” kata Jan Jap L. Ormuseray ketika dikonfirmasi Jubi, Senin, (14/11/2016).

Menurut Jan, Pemerintah Pusat (Pempus) maupun daerah adanya aksi rasionalisasi anggaran, itu betul-betul habis. Maka, burung yang tersedia TBTA tidak bisa buat apa-apa. “Kami punya burung ini bertahan hidup saja, tidak bisa apa-apa,” katanya.

“Mestinya kita harus penyulaman. Manusia saja mati, mana mungkin burung tidak mati kalau tidak diberi makan dan tidak dimandikan. Tapi, selama ini kita selalu melakukan penyulaman terhadap burung,”ungkap Jan.

Dikatakan, apalagi burung Cenderawasih itu sangat peka sekali, jadi dia gampang sekali mati kalau ada perubahan cuaca. Selama ini kata dia yang dilakukan pihaknya harus kerjasama dengan KSDA dari Sorong, Merauke dan Jayapura.

“Jadi kalau ada burung-burung Cenderawasih (sitaan) itu nanti pakai dokumen dibawah ke Biak. Kan kita bayar. Jadi dua tahun terakhir ini sudah tidak ada biaya hidup lagi di kita punya DPA untuk menunjang semua yang ada di taman burung dan taman anggrek Biak,” paparnya.

Ia bahkan menanyakan sikap Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) sudah sejauh mana persetujuan biaya penyulaman di taman tersebut.

“Nah, sekarang berapa dana yang DPRP setuju tiap tahun untuk biaya penyulaman burung di Taman Burung dan Taman Anggrek di Biak?,” katanya bertanya.

Sebelumnya, petugas taman burung dan anggrek Kabupaten Biak Numfor, mama Mirino mengatakan, hal itu disebabkan oleh berbagai faktor, yakni karena termakan usia hingga mati dan terbang melarikan diri ke alam bebas.

“Dari puluhan ekor burung Cenderawasih itu tepat awal tahun 2016 tinggal sisa satu. Tapi yang sisa satu itupun dimakan oleh Soa-soa. Jadi kami (di taman burung dan anggrek Biak) sudah tidak ada burung Cenderawasih lagi,” jelas mama Mirino kepada Jubi ketika mengunjungi taman burung dan anggrek di kampung Ruar, Distrik Biak Timur, Biak Numfor, Sabtu, (05112016) lalu.

Ketika ditanya mengapa bisa terjadi begini Ia mengaku, sangkarnya burung Cenderawasih itu telah rubuh hingga sering binatang lain masuk. “Sangkar burung Cenderawasih rusak (saat itu). Jadi, Soa-soa masuk dan langsung bunuh,” katanya.

Ia mengaku, jumlah keseluruhan burung yang dikelola pihaknya di taman itu mencapai 122 ekor dengan 26 jenis spesies. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Perebutan area tambang, dewan adat khawatir masyarakat dikorbankan

Selanjutnya

Di Nabire, legislator temukan proyek rumah layak huni terbengkalai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe