Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Pemerintah Maluku ganti tanaman yang digusur
  • Kamis, 14 Juni 2018 — 12:10
  • 1030x views

Pemerintah Maluku ganti tanaman yang digusur

Tim kecil sedang merampungkan verifikasi agar pembayaran tanaman warga tepat sesuai kepemilikan maupun jumlah tanaman yang tergusur.
Ilustrasi, penebangan pixabay.com.
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Ambon, Jubi - Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku akan mengganti tanaman warga yang digusur untuk pembangunan ruas jalan desa Alang, kecamatan Leihitu Barat hingga desa Negeri Lima, kecamatan Leihitu, pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah.

"Tanaman warga yang dibayar sesuai jumlah dan usianya sehingga tidak boleh tergesa - gesa karena bisa dipermasalahkan nantinya," ujar kepala dinas pekerjaan umum Maluku, Ismael Usemahu, Selasa, (12/6/2018).

Ismael mengatakan telah membentuk tim kecil yang bertugas memverifikasi jumlah tanaman milik warga seperti cengkeh, pala dan lainnya. Tim kecil itu sedang merampungkan verifikasi agar pembayaran tanaman warga tepat sesuai kepemilikan maupun jumlah tanaman yang tergusur.

"Jadi bukan menghindar untuk dibayar sesuai dijadwalkan awal menjelang ibadah Puasa 2018 karena harus melakukan verifikasi dahulu," kata Ismael menambahkan.

Tercatat tim kecil yang ia bentuk melibatkan staf dari Dinas Kehutanan maupun Pertanian Maluku agar perhitungan jumlah dan usia tanaman tepat. Menurut dia, Pemprov Maluku telah mengalokasikan dana sebesar Rp 700 juta untuk pembayaran tanaman warga dari angaran belanja daerah tahun 2018.

Pembangunan ruas jalan tersebut strategis karena memperpendek rentang kendali sehingga mengurangi waktu tempuh maupun tarif Angkot bila mengitari kecamatan Leihitu maupun Leihitu Barat. 

Sementara itu catatan Jubi menunjukan sejumlah tanaman seperti kayu Soang yang selama ini tumbuh di tanah Papua terancam punah  karena setiap hari ditebang untuk bahan bakar dapur.

“Kayu endemik yang banyak tumbuh di Kota Jayapura itu mulai habis karena ulah masyarakat,” kata Koordinator Forum Peduli Port Numbay Greend (FPPNG), Freddy Wanda, kepada Jubi belum lama ini.

Menurut dia, selama ini banyak sosialisasi tentang pentingnya melindungi kayu Soang dari ancaman kepunahan, namun upaya itu masih jauh dari harapan karena orang asli Port Numbay banyak yang tak peduli.

“Meski  Forum Peduli Port Numbay Greend  sudah melakukan penanaman kembali,” kata Wanda menjelaskan.

Ia berharap lembaga penanaman dan pembibitan perlu menyiapkan bibit kayu soang sebanyak mungkin untuk di tanam kembali. (*)

loading...

Sebelumnya

Asosiasi penerbangan tingkatkan keamanan cegah perdagangan manusia

Selanjutnya

Liburan lebaran, Merapi banyak dikunjungi wisatawan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe