Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Bengkalis meriahkan budaya lampu colok
  • Kamis, 14 Juni 2018 — 12:32
  • 1120x views

Bengkalis meriahkan budaya lampu colok

Daerah tersebut  dianggap termeriah dalam melestarikan budaya lampu colok yang sudah dilakukan secara turun temurun.
Ilustrasi pixabay.com
ANTARA
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Bengkalis, Jubi- Kabupten Bengkalis  Provinsi Riau, memeriahkan budaya lampu colok yang dilaksanakan setiap malam 27 Ramadhan. Daerah tersebut  dianggap termeriah dalam melestarikan budaya lampu colok yang sudah dilakukan secara turun temurun.

"Kami lihat tahun ini pelaksanaannya sudah semakin baik dari tahun sebelumnya, begitu juga kerja sama pemerintah dan desa makin baik,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Abdul Vattah Ali Hasyim Harahap, (12/6/2018).

Ia menilai kesadaran anak muda terhadap pentingnya budaya lokal itu semakin membaik, hal itu dibuktikan keterlibatan kaum muda setempat dalam festival lampo colok kali ini. Menurut Ali Hasyim, Bengkalis merupakan daerah nomor satu dalam memeriahkan budaya lampu colok yang memiliki keunggulan tersendiri dalam memeriahkan 27 Ramadhan tersebut.

"Dari yang kami lihat, Bengkalis nomor satu, tak ada lawan makanya kami ke sini, kami tidak ke kabupaten lain," kata Ali menjelaskan.

Ia memberikan apresiasi kepada para generasi muda yang ikut berkecimpung dalam memeriahkan lampu colok yang ada di daerah itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan budaya itu.

Ketua Pelaksana Lampu Colok Meskom, Muhammad Afdal, usai peresmian lampu colok menyatakan berterimakasih kepada anggota dewan yang mendukung kegiatan budaya yang digelar. “Dewan juga membantu ini tentunya sangat membantu kami," kata Muhammad Afdal.

Menurut dia, pemerintah setempat sangat mendukung kegiatan para pemuda dalam melestarikan lampu colok tersebut. "Kontribusi pemerintah sangat mendukung, dari pemerintah desa juga telah menganggarkan Rp 20 juta untuk pelaksanaan lampu colok,” katanya.

Tercatat Masyarakat antusias menghadiri  budaya lampu colok di Bengkalis banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tahunan ini dengan berfoto dan mengunggah lampu colok ke akun media sosial.

Menurut Afdal, lampu colok merupakan alat penerangan sederhana dari kaleng bekas yang diberi sumbu kompor dan minyak tanah sebagai bahan bakar. Pada zaman dulu, lampu colok ini sebagai penerang jalan orang dari rumah ke rumah dan pergi ke mushalla pada malam hari.

“Kini para pemuda pemudi di Bengkalis membuat berbagai gambar miniatur dari api colok tersebut,” kata  Afdal menjelaskan. (*)

loading...

Sebelumnya

Daerah stabilkan harga kebutuhan pangan

Selanjutnya

Untung Rp 1 juta sehari dari berjualan takjil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe