Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Gobai: PT PMJ salahi prosedur eksplorasi emas di Nabire
  • Kamis, 14 Juni 2018 — 18:21
  • 1555x views

Gobai: PT PMJ salahi prosedur eksplorasi emas di Nabire

Kata Gobai, pihaknya pernah meminta kepada Kapolda Papua agar segera memerintahkan kepada pihak yang berwenang dan Kapolres Nabire untuk menghentikan kegiatan operasi produksi emas tersebut.
Anggota DPR Papua, John NR Gobai saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya – Jubi/Abeth You.
Abeth You
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 18:26 WP
Features |
Kamis, 13 September 2018 | 18:55 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Anggota DPR Papua, John NR Gobai angkat bicara atas kasus yang mendera PT Pasific Mining Jaya (PMJ). Pasalnya perusahaan itu  terus melakukan operasi produksi emas di kawasan sungai Mosairo, Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua. Padahal nyatanya kata Gobai, perusahaan itu menyalahi izin yang seharusnya bukan eksplorasi melainkan hanya sekadar mengambil sampel saja.

“Saya sering ke Nabire dan saya telah lakukan pantauan ke Mosairo dan bertemu WNA (Warga Negara Asing) yang bekerja di areal PT. PMJ. Karena ini tindakan pidana sesuai UU No 4 Tahun 2009,” ungkap Anggota DPR Papua, John NR Gobai kepada Jubi, Kamis (14/6/2018).

Kata Gobai, pihaknya pernah meminta kepada Kapolda Papua agar segera memerintahkan kepada pihak yang berwenang dan Kapolres Nabire untuk menghentikan kegiatan operasi produksi emas tersebut.

“Dan memproses oknum pemilik izin dan kontraktor tersebut (PT PMJ) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perlu diketahui kegiatan ini juga akan merugikan Negara,” tegasnya.

Gobai mengatakan, Beny Ang Jaya yang memiliki izin eksplorasi PT.PMJ dari Provinsi Papua tetapi melalui sub kontraktornya sudah beroperasi dan melakukan produksi dengan alat berat bahkan mempekerjakan WNA (Warga Negara Asing).

Sementara itu, Otis Monei selaku tokoh masyarakat Kampung Nifasi mengatakan, jika dilihat dari persoalan perusahan tersebut, patut diduga bahwa adanya penyalahgunaan izin yang dengan aturan Undang-undang nomor 4 Tahun 2009.

“Masalah PT PMJ ini kan masyarakat sendiri bisa menilai. Salah satunya patut diduga ada penyalahgunaan izin yang dengan aturan perundangan kita. Istilahnya dengan kata lain izin dijual. Saya minta imigrasi proses mereka dan Gubernur Papua agar segera mencabut izin PT.PMJ,” ungkap Monei. (*)

 

loading...

Sebelumnya

17 tahun tanpa kejelasan, SOS Papua desak Presiden tuntaskan kasus Wasior berdarah

Selanjutnya

Peringatan 17 Tahun Wasior Berdarah, warga longmars di Manokwari

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe