Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Peringatan 17 Tahun Wasior Berdarah, warga longmars di Manokwari
  • Kamis, 14 Juni 2018 — 18:34
  • 1451x views

Peringatan 17 Tahun Wasior Berdarah, warga longmars di Manokwari

“Semua orang asli Papua harus saling bahu membahu memperjuangkan HAM di Papua agar perjuangan HAM ini tidak jadi perjuangan segelintir atau kekelompok orang saja di Papua. Dengan demikian persoalan HAM bisa dibawa ke tingkat internasional,” katanya.(*)
Demo 17 tahun Kasus Wasior - Jubi /ist
David Sobolim
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Manokwari Jubi - Puluhan aktivis HAM di Manokwari, keluarga korban dan simpatisan korban kasus pelanggaran HAM Wasior 2001, melakukan aksi melawan lupa dengan menggelar longmars di Manokwari, Kamis (13/5/2018). Aksi dimulai dari halaman kantor penerangan Sanggeng hingga Fannindi, tepatnya kantor LP3BH. Mereka menyerahkan berkas aduan hukum kepada Direktur LP3BH, Yan Christian Warinussy, SH.

Ketua DPD Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Papua Barat, Yohanes Akwan dalam siaran persnya mengatakan hingga 17 tahun Kasus Wasior terjadi, Negara terus melakukan pengabaian terhadap kasus yang terjadi tahun 2001 tersebut.

“Secara resmi kami menyerahkan aspirasi dan juga memohon agar dapat membantu korban untuk terus menyuaran kasus –kasus pelanggaraan HAM yang terjadi di Tanah Papua ke dunia Internasional,” katanya.

Direktur LP3BH, Yan Cristian Warinussy,SH ketika menerima aduan Kasus HAM Wasior mengatakan aduan tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap HAM.

“Ini merupakan bagian dari tugas penegakkan HAM, juga tugas sebagai seorang pembela HAM untuk menerima aduan ini,” katanya.

Warinussy mengakui gerakan yang dilakukan aktivis ini sebagai satu peringatan serius pada Negara, karena orang asli Papua diakui oleh Negara sebagai warga Negara Republik Indonesia.

“Korban dari kasus pelanggaran HAM di Wasior semenjak operasi keamanan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia pada 13 Juni 2001 sampai saat ini Hak Asasi Manusiai (HAM) mereka masih dilanggar. Mereka diperlakukan tidak adil dengan melanggar norma hukum dan tak pernah ada penyelesaian secara hukum sampai dengan hari ini.”

Kasus Wasior pernah diselidiki Komnas HAM RI pada 2003.  Saat itu Warinussy sebagai anggota investigasi HAM Wasior. Namun berhenti di tingkat penyelidikan HAM.

Perjuangan para korban untuk mendapatkan keadilan, kata Warinussy masih membutuhkan kerja keras semua pihak. Sebab itu ia meminta semua pihak harus bersatu untuk bersama-sama membawa persoalan ini ke mekanisme yang lebih tinggi, yakni ke mekanisme Internasional.

Sebab, kendati Negara Indonesia sudah memiliki UU No.39 tahun 1999 dan UU No 26 tahun 2000 tentang pengadilan HAM bagi pelanggar HAM, tapi jika Komnas HAM hanya diberikan kewenangan sebagai penyelidik, maka Kasus Wasior juga HAM yang lain takkan membawa pelakunya ke Pengadilan HAM.

“Kita harus akui kewengan penyelidik sangat terbatas ,maka pelanggaran HAM itu tak bisa atau sulit dibawa kepengadilan HAM,” katanya.

Dengan situasi HAM seperti ini, LP3BH serta aktivis HAM di Papua, Indonesia dan dunia mendesak agar kasus HAM di Papua, khususnya Wasior agar dibawa ke pengadilan Internasional karena perangkat hukumnya lengkap dan kemungkinan untuk dibawa itu besar.

“Semua orang asli Papua harus saling bahu membahu memperjuangkan HAM di Papua agar perjuangan HAM ini tidak jadi perjuangan segelintir atau kekelompok orang saja  di Papua. Dengan demikian persoalan HAM bisa dibawa ke tingkat internasional,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Gobai: PT PMJ salahi prosedur eksplorasi emas di Nabire

Selanjutnya

DPC Demokrat Tolikara tetapkan 30 caleg DPRD

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat