Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Mimin: Jangan lagi ada noda pilkada di Papua 
  • Senin, 18 Juni 2018 — 19:09
  • 596x views

Mimin: Jangan lagi ada noda pilkada di Papua 

Bersaing mendapat simpati rakyat dalam persaingan politik adalah wajar. Namun etika politik harus dijaga. Tidak saling menjatuhkan demi merebut kekuasaan
Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi - Ketua Fraksi Golkar DPR Papua, Ignasius W Mimin tak ingin pelaksanaan pilkada di Papua (pilgub dan pilkada di tujuh kabupaten) pada  27 Juni 2018 mendatang ternoda seperti pilkada sebelum-sebelumnya yang mengakibatkan korban  masyarakat .

Ia mengatakan, pada pelaksanaan pilkada serentak tahun ini, Papua kembali disebut berbagai pihak sebagai salah satu daerah berpotensi konflik. Namun anggapan itu harus dibalikkan dengan menciptakan pilkada damai. 

Untuk itu Mimin mengingatkan pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur dan paslon kepala daerah tujuh kabupaten, tim suskes (timses), serta pendukungnya tidak menciptakan hal-hal yang dapat memicu terjadinya gesekan. Misalnya, saling menjatuhkan dan lain sebagainya. 

"Bersaing mendapat simpati rakyat dalam persaingan politik adalah wajar. Namun etika politik harus dijaga. Tidak saling menjatuhkan demi merebut kekuasaan," kata Mimin via teleponnya akhir pekan kemarin.

Calon kepala daerah dan timses menurutnya, mesti mengajak pendukungnya mensukseskan dan menciptakan pilkada damai. 

Selain itu, jika ada gesekan di daerah pemerintah kabupaten, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan aparat keamanan harus segera menyelesaikannya. Tidak memberi ruang kemungkinan terjadinya konflik lebih besar antara warga jelang atau saat pilgub (pilkada). “Jangan ada kepentingan terselubung yang mengorbankan masyarakat. Kerjasama bupati, DPRD, aparat keamanan dan semua pihak di daerah, sangat penting,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan mereka yang aktif di media sosial (medsos), menggunakan akun medsos dengan bijak. Tidak menyebarkan isu yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan, karena hal itu dapat mengganggu pelaksanaan pilkada damai di Papua.

Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, secara teknis, pihaknya telah siap melakukan pengamanan yang sifatnya makro agar semua pihak bisa sama-sama bangun kesepahaman menghadapi pilkada serentak.

"Agar pilkada aman, damai, demokrastis dan bermartabat," kata  Boy pekan lalu.

Menurutnya, kepolisian telah melakukan berbagai upaya mendukung pelaksanaan pilkada damai di Papua. Tidak hanya mempersiapkan pengamanan, jauh hari sebelumnya, Polda Papua dan jajarannya gencar mensosialisasikan pilkada damai.

Para calon, kepala daerah, tim sukses, KPU dan Bawaslu juga diharapkan mengajak masyarakat menjadi pelaku demokrasi yang demokratis. 

Kepolisian ingin semua pihak bersama membangun komitmen dan tekad pilkada harus aman, damai, demokratis serta bermartabat. 

"Semua pihak memiliki peranan itu,” ucapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

17 tahun kasus Wasior, mendesak adanya perwakilan Komnas HAM di Manokwari

Selanjutnya

KPU Papua benarkan surat KPU RI terkait paslon pilkada Paniai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe