Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Natan Pahabol: Konflik Pilkada juga disebabkan kepala daerah jadi tim sukses
  • Selasa, 19 Juni 2018 — 10:25
  • 787x views

Natan Pahabol: Konflik Pilkada juga disebabkan kepala daerah jadi tim sukses

ada beberapa bupati yang masuk sebagai tim sukses salah satu bakal calon. Kami sudah dapat beberapa bukti yaitu salah menggunakan fasilitas Negara entah itu uang maupun fasilitas bergerak dan tidak bergerak
Pasukan Brigadir Mobil (Brimob) Papua saat melakukan simulasi pengamanan Pilkada Papua – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Sekretaris Koalisi tim John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (JOSUA), Natan Pahabol mengatakan, potensi konflik pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur  di Papua juga disebabkan oleh ulah para kepala daerah (Bupati) yang menjadi tim sukses calon tertentu.

“Konflik selain dari penyelenggara Pilkada, juga datang dari para bupati yang menjadi tim sukses, dan ini banyak terjadi di wilayah pegunungan Papua,” kata Natan Pahabol kepada wartawan, Senin (18/6/2018) malam.

Kata Pahabol, seharusnya para bupati tersebut harus bertindak netral, sebagai kepala daerah juga sebagai Pembina Partai Poltik (Parpol) di daerahnya.

“Tetapi yang kami lihat sekarang ada beberapa bupati yang masuk sebagai tim sukses salah satu bakal calon. Kami sudah dapat beberapa bukti yaitu salah menggunakan fasilitas Negara entah itu uang maupun fasilitas bergerak dan tidak bergerak,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada para bupati yang terlibat sebagai tim sukses untuk bersikap netral.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua, Isak Hikoyabi mengatakan, ada tiga faktor utama penyebab konflik horisontal dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Indonesia khususnya di Papua.

Yang pertama menurutnya ada di penyelenggara, baik dari KPU, Bawaslu, hingga petugas yang berada di daerah-daerah.

"Tidak tegasnya pihak penyelenggara, yang membuat konflik itu terjadi. Dimana ada pelanggaran, namun tidak diberikan tindakan oleh pihak penyelenggara sehingga terjadilah konflik antar masyarakat pendukung Paslon," kata Hikoyabi kepada Jubi belum lama ini.

Dikatakan, untuk faktor kedua adalah, pasangan calon. Kenapa pasangan calon (Paslon)? Paslon sering melakukan pelanggaran yang sebenarnya diketahuinya.

"Misalnya jangan melakukan kampanye di luar jadwal yang ditentukan oleh pihak penyelenggara dan sebagainya," ujarnya.

Potensi konflik yang ketiga disebabkan oleh para tim sukses dari pasangan calon tersebut. Konflik seakan dipicu dari status di sosial media, yang diunggah oleh tim pemenangan, atau simpatisan pasangan calon tertentu yang menyerang pasangan calon lain.

"Ini yang harus kita hindari. Jadilah tim sukses yang terhormat dan bermartabat. Boleh-boleh saja mendukung paslonnya namun jangan sampai menjatuhkan paslon lainnya," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

KPU Papua benarkan surat KPU RI terkait paslon pilkada Paniai

Selanjutnya

Usai Pilgub, JWW akan laporkan Doren Wakerkwa ke polisi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe