Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Ada 20 kasus perempuan dan anak di Nabire
  • Kamis, 21 Juni 2018 — 17:48
  • 1101x views

Ada 20 kasus perempuan dan anak di Nabire

kasus KDRT,umumnya dipicu oleh faktor ekonomi. Ada juga yang diakibatkan faktor selingkuh
Sekretaris dan kabid perlindungan dan hak perempuan dan perlindungan khusus anak dinas P3A kabupaten nabire – Jubi/Titus Ruban.
Titus Ruban
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Nabire, Jubi – Kurun Januari -Juni tahun 2018, tercatat 20 kasus kekerasan perempuan dan anak yang dilaporkan dan kini ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Nabire.

“Empat merupakan Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan 16 kasus pelecehan seksual,” kata Susana Marwanaya, Kabid perlindungan dan hak perempuan dan perlindungan khusus anak dinas P3A Kabupaten Nabire, kepada Jubi, Kamis (21/6/2018)

Ke- 20 kasus tersebut, semuanya telah dilaporkan dan sedang diproses hukum oleh pihak berwajib.

“Jadi mereka lapor ke sini tapi juga sekaligus ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Adapun untuk kasus KDRT,umumnya dipicu oleh faktor ekonomi. Ada juga yang diakibatkan faktor selingkuh, dan ujungnya terjadi tindak kekerasan. “Kalau sudah selingkuh, tidak pulang ke rumah dan memberi nafkah, ya sudah pasti ribut,” katanya.

Sementara untuk kasus pelecehan seksual, antara lain dipicu factor kurangnya perhatian orang tua kepada anak.

“Misalnya, anak dibiarkan main sendiri, sudah malam disuruh ke kios atau masih di luar rumah. Bila ada yang niat jahat ketemu, dan sebagainya. Ketemu di jalan dan pasti terjadi yang tidak diinginkan,” katanya.

Menurutnya, saat ini masyarakat setempat mulai sadar, melaporkan kasus kekerasan tersebut ke dinas dan pihak berwajib.

“Tahun – tahun sebelumnya kurang dilaporkan. mereka mungkin tidak berani lapor atau tak tahu mau lapor kemana. Sekarang masyarakat sudah sadar,” imbuhnya.

Sekretaris Dinas P3A Kabupaten Nabire, Tajuwit menambahkan pihaknya terus berupaya menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Antara lain dengan terus melakukan sosialisasi, baik kepada masyarakat maupun di kalangan pelajar.

“Juga ada upaya penanganan lewat Unit Pelaksanaan Teknik Perlindungan Perempuan Dan Anak (UPTPPA) serta gugus yang dibentuk di distrik – distrik, satuan teknis yang menangani perempuan dan anak.

Katanya, unit ini merupakan perpanjangan dari dinas. Jika ada kejadian kekerasan, unit inilah yang menaangani. “Bila diselesaikan di kampung akan bagus tapi kalau dilanjutkan maka kita akan tangani,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Buka posko pemantau dan pengaduan pilkada, Ramandey: Ini amanat konstitusi

Selanjutnya

Peringati HUT Bhayangkara ke 72, puluhan polisi dan TNI sumbangkan darah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe