Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. WALHI sebut ada pencemaran pantai di Bangka Belitung
  • Jumat, 22 Juni 2018 — 15:18
  • 822x views

WALHI sebut ada pencemaran pantai di Bangka Belitung

Pencemaran itu merupakan pelanggaran lingkungan hidup dan diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.
Ilustrasi, Sampah air, pixabay.com.
ANTARA
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Sungailiat, Jubi- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan terdapat limbah hitam yang mencemari pesisir Pantai Tongaci hingga Pantai Teluk Pikat Sungailiat. Pencemaran itu merupakan pelanggaran lingkungan hidup dan diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.

"Kami dapat laporan dari masyarakat kampung Matras di Pantai Teluk Pikat, kami telah mengecek ke lapangan dan diduga ini tumpahan oli," kata Direktur Eksekutif Daerah Walhi Bangka Belitung, Ratno Budi, di Sungailiat, Kamis, (21/6/2019).

Ia menjelaskan temuan ini akan ditindalanjuti, jika memang temuan-temuan ini berasal dari kapal-kapal yang beroperasi di Perairan Matras, maka Badan Lingkungan Hidup dan Inspektorat Bangka Belitung harus berperan aktif dalam pengawasan atas aktivitas tambang di Perairan Bangka.

“Jika masuk tindak pidana lingkungan dan misalkan ditemukan pelaku yang melakukan pencemaran maka harus ditindak,” kata Ratno menjelaskan.

Menurut dia, pelanggaran pencemaran harus dilakukan tindakan tindakan perdata berupa ganti kerugian dan pidana lingkungan sesuai undang-undang Pelindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup nomor 32 tahun 2009.

Ia mengharapkan warga bisa melaporkan kepada pihak yang berwajib seperti PPNS di BLH dan Direktorat Jenderal Penegakam Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Pangkalpinang. Sedangkan kepastian terkait tumpahan limbah yang mencemari itu harus dilakukan uji laboratorium.

"Karena pantai ini dermaga tempat nelayan menambatkan perahu dan objek wisata, jika tidak dikejar baik secara perdata maupun pidana ini akan terus berulang," katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sulawesi Utara pantau penggunaan formalin di restoran

Selanjutnya

Kosapa mendorong lahirnya penulis Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe