Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Pengembangan Bandara Rendani Manokwari Terkendala Masalah Lahan
  • Senin, 19 September 2016 — 07:32
  • 2124x views

Pengembangan Bandara Rendani Manokwari Terkendala Masalah Lahan

“Saya yakin sebetulnya masyarakat mendukung, cuma segelintir orang yang menolak pengembangan tersebut,” katanya.
Bandar udara Rendani, Manokwari - 1000warnaindonesia.blogspot.com
ANTARA
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Manokwari, Jubi – Pengembangan Bandar Udara Rendani Manokwari, Papua Barat, masih terkendala masalah lahan dan sekarang pemerintah daerah setempat sedang bekerja keras untuk membebaskan lahan yang dibutuhkan.

Kepala Bandara Rendani Manokwari Wahyu Anwar di Manokwari, Minggu (18/9/2016) mengatakan, pengembangan bandara ini sudah diusulkan kepada Kementerian Perhubungan. Landasan pacu bandara tersebut akan diperpanjang sejauh 700 meter.

Menurut dia, Pemkab Manokwari sangat serius menyambut rencana pengembangan ini. Saat ini tahap pembebasan lahan sedang dalam proses koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat yang akan menerima dampak perpanjangan “runway” tersebut.

“Sekarang tergantung masyarakat, mau atau tidak mendukung pengembangan ini. Yang pasti jika bandara besar yakin daerah akan maju. Sebab kelancaran transporasi sangat menentukan kedatangan investor,” katanya.

Dia mengakui untuk menjemput kemajuan akan ada yang “dikorbankan”. Namun pemerintah akan bersikap bijak dengan tidak berbuat semena-mena kepada masyarakat terutama yang akan menerima dampak pengembangan bandara ini.

Wahyu berharap, masyarakat mendukung pemerintah daerah agar proses pembebasan lahan tersebut berlangsung lancar dan tidak ada yang dirugikan.

“Saya yakin sebetulnya masyarakat mendukung, cuma segelintir orang yang menolak pengembangan tersebut,” katanya.

Dia menjelaskan, perpanjangan bandara ini hanya bisa dilakukan ke arah utara yang mengarah ke area pemukiman warga. Pengembangan tidak bisa dilakukan ke arah selatan atau arah laut karena kedalamannya tidak memungkinkan.

Di sisi lain, jika pengembangan dilakukan ke arah selatan terlalu berisiko bagi keselamatan penerbangan sebab terlalu dekat dengan gunung.

“Kalau terlalu dekat dengan gunung, pesawat akan kesulitan saat naik maupun turun dan ini berbahaya bagi keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, lahan di bagian selatan bandara sudah sangat layak. “Studi Land Acquisition and Resettlement Action Plan” (Larap) pun sudah dilakukan, bahkan pemerintah daerah bersama konsultan sudah menentukan titik koordinat atas lahan yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan bandara ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Puskesmas Depapre Butuh Ruang Rawat Inap

Selanjutnya

Dispendukcapil Kota Jayapura perkuat layanan melalui fasilitas online

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6178x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5756x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3911x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe