Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Sumber mata air Kali Kamwolker mulai mengering
  • Jumat, 22 Juni 2018 — 21:50
  • 1753x views

Sumber mata air Kali Kamwolker mulai mengering

"Pemerintah harus mengambil kebijakan yang tegas untuk menjaga sumber daya air, terutama di beberapa di mata air yang ada di kota Jayapura," kata Eka kepada Jubi Jumat (22/6/2018).
Kali Kamwolker Perumnas III Waena yang sudah mulai mengering dan debit airnya mulai berkurang - Jubi/Agus Pabika.
Agus Pabika
Editor : Edho Sinaga
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Debit air di sumber mata air Kali Kamwolker mulai menunjukkan penurunan. Padahal, Kali Kamwolker merupakan salah satu penyuplai air bersih terbesar di untuk wilayah Waena dan Entrop.

Dosen FKIP program studi Geografi dari Universitas Cendrawasih, Eka Kristina Yeimo mengatakan, tidak adanya ketegasan dari Pemerintah membuat sejumlah wilayah Cagar Alam yang menjadi sumber mata air mulai mengalami kekeringan. Jika tak segera diatasi, Eka khawatir krisis air bersih akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

"Pemerintah harus mengambil kebijakan yang tegas untuk menjaga sumber daya air, terutama di beberapa di mata air yang ada di kota Jayapura," kata Eka kepada Jubi Jumat (22/6/2018).

Menurut Eka, beberapa tahun lalu, aliran air masih lancar. Namun saat ini kondisi sumber mata air mulai mengering dari ujung Perumnas III hingga Kamwolker yang berada di sekitar pemukiman warga.

"Di pinggir kali banyak pemukiman warga mulai membangun rumah, pinggir kaki gunung sudah mulai bikin kebun dengan menebang semua pohon di sekitar dan dampaknya air mulai sedikit dan orang mau mandi langsung naik ke mata air di atas tidak lagi di bawah seperti dulu," kata Eka.

Menurutnya, Pemerintah perlu membuat sebuah regulasi dan landasan hukum yang jelas untuk melindungi wilayah sumber mata air warga. Salah satunya dengan mengendalikan pembangunan yang berpusat di titik - titik sekitar mata air. Di sisi lain, perlu juga peran aktif masyarakat untuk menyadari pentingnya menjaga air dan hutan untuk kelangsungan kehidupan. (*)

loading...

Sebelumnya

Pelestarian hutan harus didukung semua pihak

Selanjutnya

Walhi Papua: Jangan pilih calon pemimpin perusak lingkungan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6025x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5680x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3696x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe