Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Guru SD Negeri Oktahik Pegunungan Bintang nyaris diculik oknum anggota TNI
  • Rabu, 16 November 2016 — 08:52
  • 1734x views

Guru SD Negeri Oktahik Pegunungan Bintang nyaris diculik oknum anggota TNI

“Bapak dari Bandara Sentani datang ke rumah selesai makan dan hendak mandi. Pas mau masuk di kamar mandi begini, ada orang anggota (TNI) datang,” kata mama Lidya.
Korban Tiberias Kalakmabin ketika berada di Mapolsek Abepura, Senin, (14/11/2016) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Dominggus Mampioper
LipSus
Features |
Senin, 15 Oktober 2018 | 06:14 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 21:06 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 19:52 WP
Features |
Minggu, 14 Oktober 2018 | 12:30 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Seorang guru di SD Negeri Oktahik bernama Tiberias Kalakmabin asal Pegunungan Bintang hampir saja diculik. Pasalnya ia dijemput paksa oleh seorang anggota TNI dikediamannya di Sentani, Senin (14/11/2016) siang. Hal ini dikatakan isteri korban Mama Lidya kepada Jubi di Mapolsek Abepura, Selasa (15/11/2016).

Mama Lidya mengaku peristiwa itu terjadi Senin (14/11/2016) siang dikediamannya pukul 13.00 WIT, saat itu pelaku datang ke rumah saat sang suami hendak mandi.

“Bapak dari Bandara Sentani datang ke rumah selesai makan dan hendak mandi. Pas mau masuk di kamar mandi begini, ada orang anggota (TNI) datang,” kata mama Lidya.

Lebih lanjut kata Lidya, saat itu pelaku bertanya ‘mama kemarin ada masalah soal pak Distrik itu dibicarakan di rumah ini’. Lalu ia jawab,

‘Ahh…. di sini tidak pernah. Mungkin di tempat lain,” katanya.

Kontan anggota TNI itu menjawab dengan nada kasar sambil berteriak, "Ah…. tidak, tidak. Di sini tempatnya. Di sini saja, di sini saja,” ujar Lidya menirukan kata pelaku.

“Tapi saya jawab, tidak ada. Tidak benar. Kita tidak tahu masalah itu. Begini orang itu langsung dorong bapak dan buang di got/selokan. Begini saya langsung berteriak minta tolong ke tetangga dan warga lain,” jelas Lidya.

Ia katakan, pelaku itu sampaikan kepada korban bahwa ada masalah sehingga mesti diselesaikan di kantor polisi. “Lalu mereka langsung diangkut ke mobil. Dan saya ikut pakai motor dengan adik laki-laki terus susul mereka sambil berteriak minta tolong sampai di pak Distrik (yang punya masalah itu) di Kehiran,” katanya.

“Jadi putar banyak kali di kota Sentani. Saya tahu mereka tipu-tipu, mungkin mereka punya rencana lain. Masalah itu kami sekeluarga tidak tahu. Jadi, tadi kami baku kontak Hp dengan adik-adik di Waena dan Abe langsung kita tangkap mereka di dekat Tanjung Elmo, Sentani,” tuturnya.

Agus Kossay, Wakil Ketua I KNPB Pusat yang berada di kantor Korem Perwakilan Jayawijaya di Abepura mengatakan, pihaknya mendapat informasi bahwa seorang pendeta itu diculik oleh pimpinan Koramil Kiwirok, Pegunungan Bintang dalam kondisi miras. Lalu, mereka kasih naik paksa di dalam mobil Avanza.

“Kami kejar sampai di tanjung Elmo situ tepat jam 15.00. Lalu, sampai di sini, mereka belok masuk di Korem Perwakilan Jayawijaya di Abepura dan menyembunyikan pelaku. Akhirnya masyarakat datang mendesak untuk kasih keluar pelaku lalu ikuti proses hukum, Jadi, bapak ini selain sebagai guru juga sebagai majelis gereja jemaat Haleluya Sentani,” kata Agus.

Seorang anggota polisi di Mapolsek Abepura, M. Awis mengatakan, pihaknya telah membawa pelaku yang disembunyikan di kantor Korem Perwakilan Jayawijaya di Abepura ke Mapolsek Abepura untuk memintai keterangan. Namun kata dia, karena kejadian awalnya di Sentani sehingga pelaku, korban maupun masyarakat disuruh kembali ke Polres Jayapura agar diselesaikan di sana.

“Kebetulan kami sedang patroli, kami dapat informasi bahwa ada pendeta dijemput paksa di rumahnya dan dibawah kea rah Abe. Jadi, pelaku dan korban kami bawa ke Polsek Abepura tapi karena ini berawal dari Sentani, maka kami persilahkan mereka kembali ke Polres Jayapura di Doyo. Mobil Avanza itu nomor polisi 1867,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Konflik di DPP Hanura Papua mulai memanas

Selanjutnya

Legislator Papua: Warga PNG bebas masuk Indonesia, ada unsur politik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4806x views
Polhukam |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 4195x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 3703x views
Advertorial |— Selasa, 09 Oktober 2018 WP | 3411x views
Polhukam |— Sabtu, 06 Oktober 2018 WP | 3290x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe