Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Turki tindak 10 pengawas Pemilu dari asing
  • Minggu, 24 Juni 2018 — 20:38
  • 369x views

Turki tindak 10 pengawas Pemilu dari asing

Mereka berasal dari Perancis, Jerman dan Italia dan mengaku sebagai pengawas pemilu.
Ilustrasi, pemungutan suara, pixabay.com,
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi-Pihak berwenang Turki menindak secara hukum terhadap 10 warga asing di tengah pemilihan umum yang digelar pada Minggu (24/6/2018). Kantor berita pemerintah, Anadolu, melaporkan sejumlah tindakan hukum telah dilakukan terhadap 10 warga negara asing yang sedang memantau pemilu Turki.

“Mereka berasal dari Perancis, Jerman dan Italia dan mengaku sebagai pengawas pemilu. Namun, ke-10 orang tersebut tak mempunyai akreditasi,” tulis media tersebut.

Belum jelas apakah para warga asing itu kemudian ditahan atau tidak. Tercatat sejak upaya kudeta gagal 2016 lalu, Turki kerap melakukan tindakan keras terhadap media dan membungkam kebebasan berpendapat.

Sejumlah pengkritik menyebut Presiden Tayyip Erdogan membawa negaranya bergeser ke arah kepemimpinan otoriter. Hal itu membuat pihak oposisi berjanji akan mencegah hal itu terjadi.

Dalam pemilu kali ini, Erdogan diperkirakan akan mendapatkan tantangan yang lebih berat daripada biasanya. Pemimpin partai oposisi CHP, Kemal Kilicdaroglu, mengatakan menerima banyak keluhan soal kejanggalan pemungutan suara di tenggara Turki.

"Setiap suara ilegal dalam pemilu adalah pukulan bagi demokrasi. Karena itu jadi kewajiban saya untuk memperingatkan semua pengabdi sipil: mohon semua menjalankan kewajibannya," ujar Kemal.

Juru bicara CHP Bulent Tezcan, mengatakan telah melaporkan dugaan kecurangan kepada Dewan Tinggi Pemilu.

Sebelumya sejumlah partai oposisi dan lembaga swadaya masyarakat setempat menyatakan telah mengerahkan setengah juta pengawas di tempat pemungutan suara untuk mencegah kecurangan.

Mereka berpendapat bahwa peraturan baru dan dugaan kecuringan dalam referendum 2017 memicu kekhawatiran dalam penyelenggaraan pemilu kali ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Jual perangkat anti kapal selam, pengusaha Cina ditangkap

Selanjutnya

Kemenangan Erdogan disebut ancam demokrasi Turki

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe